CEO United Airlines Mengakui Kesalahan Maskapainya dalam Kasus Kematian Anak Anjing di Cabin Pesawatnya

0 73

Chicago. Kepala United Airlines (UAL.N) mengakui pada hari Rabu bahwa kapal induk itu telah melakukan kesalahan pekan lalu ketika seekor anjing bulldog Prancis tewas di pesawat United setelah seorang petugas kabin memaksa pemilik anjing untuk menyimpannya di sebuah cabin di atas kepala penumpang.

“Sekeras apa pun kami mencoba, jelas kami tidak selalu bisa melakukannya dengan benar,” kata Chief Executive Officer United Oscar Munoz pada pertemuan The Executive Club of Chicago.

Anak anjing berusia 10 bulan, Kokito, ditemukan mati pada saat kedatangan oleh keluarganya yang putus asa setelah penerbangan 3-1 / 2 jam dari Houston ke New York.

“Seharusnya tidak pernah, pernah terjadi. Kami menganggap ini sangat serius, ”kata Munoz.

Kematian anjing menendang dari kehebohan terkait kecelakaan hewan untuk maskapai selama seminggu.

Menyusul insiden itu, United melaporkan dua contoh anjing pengiriman yang berbeda ke penerbangan yang salah, dengan satu anjing Kansas keluarga berakhir di Tokyo.

Dalam contoh lain, sebuah pesawat United yang membawa 33 penumpang dari Newark, New Jersey, ke St. Louis dialihkan ke Akron, Ohio, setelah maskapai itu menyadari bahwa hewan peliharaan secara keliru dimuat ke penerbangan yang salah.

Sebagai reaksi terhadap campur tangan tersebut, United mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya menangguhkan pengiriman hewan peliharaan di dalam kargo pesawat hingga tanggal yang tidak ditentukan sementara itu mempelajari perbaikan. Itu tidak berlaku untuk hewan peliharaan yang terbang di kabin.

Berbicara kepada CNBC pada hari Rabu, Munoz mengatakan United sedang meninjau program dan tidak akan menangguhkannya secara permanen.

“Melakukan sesuatu akan menjadi hal yang paling sederhana untuk dilakukan,” kata Munoz di CNBC. “Bukan itu yang akan kita lakukan. Itu bukan tentang United. ”

Leave A Reply

Your email address will not be published.