Cap Go Meh Singkawang Masuk Event Pariwisata dan Budaya Internasional

0 140

Singkawang-Harian InHua. Daya tarik pariwisata dan budaya di Kota Singkawang yang menghadirkan atraksi ribuan Tatung pada puncak perayaan Cap Go Meh sungguh luar biasa. Hal tersebut terlihat dengan kehadiran puluhan ribu wisatawan nasional maupun internasional untuk menyaksikan atraksi unik dan menarik yang hanya ada satu-satunya di dunia ini, sehingga menjadikan Singkawang masuk sebagai event Pariwisata dan Budaya Internasional.

Demikian disampaikan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya saat membuka secara resmi acara puncak perayaan Cap Go Meh 2019 Kota Singkawang yang berlangsung di panggung kehormatan, Jalan P. Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kota Singkawang, Selasa, 19 Februari 2019.

Acara diawali pementasan tarian multi etnis yang dimainkan para penari dari sanggar Simpur Kota Singkawang, dilanjutkan pemukulan tambur oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Walikota H. Irwan, Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 Hengky Setiawan.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutannya mengatakan, keunikan perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, dan berbeda dengan daerah lain di Indonesia, termasuk di negara asalnya Tiongkok, sehingga tidak heran setiap tahun Kota Singkawang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia menyampaikan, Festival Cap Go Meh 2019 diikuti sebanyak 1.060 Tatung , 12 Naga Santo Yosef, atraksi Barongsai, reog ponorogo dan atraksi dari sanggar budaya serta sanggar multi etnis lainnya yang ada di Kota Singkawang.

“Tatung yang tampil pada puncak perayaan Cap Go Meh di Kota, di yakini sebagai hasil akulturasi budaya antara masyarakat pendatang dari Tiongkok dengan penduduk lokal. Hasil akulturasi inilah yang menjadi daya tarik luar biasa, sehingga mampu menarik begitu banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk datang menyaksikannya,” ujar Tjhai Chui Mie.

Dikatakannya, sejalan dengan tema Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 yakni Perkokoh 4 Pilar Kebangsaan, yakni NKRI, Pancasila, Undang-Undang dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, maka sudah sepatutlah masyarakat Kota Singkawang, untuk bersama-sama menjadikan moment perayaan Cap Go Meh sebagal wahana perekat kebersamaan, toleransi dan kerukunan, keharmonisan serta kekeluargaan.

“Kebersamaan ini dapat diwujudkan, apabila kita tidak mengedepankan perbedaan yang ada, tetapi lihatlah perbedaan itu sebagai kekayaan budaya bersama, yang pada gilirannya akan menumbuhkan rasa saling menghormati dan saling menghargai diantara kita semua,” ungkapnya.

Ia berharap, perayaan festival Cap Go Meh di Kota Singkawang harus semakin baik dari tahun ke tahun, sehingga layak menyandang predikat sebagai event pariwisata dunia.

Ketua Umum panitia perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019, Kota Singkawang Hengky Setiawan menuturkan, puncak perayaan Cap Go Meh di tahun 2019 menghadirkan pawai kebudayaan dengan peserta Tatung yang lebih unik dan menarik dari tahun sebelumnya. Total Tatung yang mendaftar pada Sekretariat Cap Go Meh, disebutkan dia sebanyak 1.060 Tatung terdiri dari Tatung yang menaiki tandu, dan miniatur altar Dewa. Jumlah tersebut, belum termasuk Tatung pejalan kaki yang jumlahnya mencapai ratusan, ditambah penari, pemusik, pengawal dan anggota lainnya.

“Puncak perayaan Cap Go Meh Kota Singkawang yang menghadirkan atraksi Tatung, sudah tercatat ke dalam Wonderful Of The World, karena Tatungnya yang menunjukan kebolehan dari tahun ke tahun. Kehadiran Tatung inilah yang menjadikan Cap Go Meh di Kota Singkawang menjadi yang terbaik dan terbesar di dunia,” kata Hengky Setiawan.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menyampaikan, bahwa sudah lama tercetus keinginan dirinya untuk hadir langsung menyaksikan atraksi parade Tatung di Kota Singkawang yang mampu menghadirkan kunjungan puluhan ribu wisatawan dan membawa pulang predikat Wonderfull Off World.

“Akhirnya keinginan saya tercapai, dan pada hari ini saya sudah hadir disini. Saya sangat senang sekali dapat berbaur bersama dengan masyarakat Kota Singkawang. Dengan adanya atraksi yang unik dan menarik seperti ini, saya percaya ke depan, dunia pariwisata Kota Singkawang dapat bersaing dengan banyak daerah lainnya,” kata Arief Yahya.

Dikatakan dia, pesona Kota Singkawang, terutama dengan kehadiran para Tatung, tidak hanya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan Nusantara, namun juga akan mampu menghadirkan wisatawan dunia, termasuk para photographer ataupun media luar untuk turun langsung di Kota Seribu Kelenteng.

Ia menilai apa yang dimiliki Kota Seribu Vihara ini, sangat mungkin terjadi, apalagi event seperti ini telah dimasukkan dalam salah satu agenda pariwisata dunia.

“Cap Go Meh yang ada di Kota Singkawang selama ini, memang sudah menjadi agenda wisata andalan nasional. Selanjutnya, mari kita satukan langkah lebih maju agar event ini semakin diakui di dunia internasional,” pungkasnya. 

Setelah menyampaikan kata sambutan, dilanjutkan penyerahan rekor Muri berupa replika Singa Raksasa berukuran 8,888 meter, diterima Ketua Umum dan Ketua Harian Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh 2019 Kota Singkawang, serta penyerahan piagam Penghargaan untuk Pemerintah Kota Singkawang oleh Menteri Pariwisata kepada Walikota Singkawang, dan Pelepasan Balon Milenia dari Polres Singkawang. (Rio Dharmawan)


Leave A Reply

Your email address will not be published.