Singkawang – Daya tarik atraksi Tatung di Kota Singkawang sungguh luar biasa. Hal tersebut terlihat dengan kehadiran ribuan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk menyaksikan acara pembukaan puncak perayaan festival Cap Go Meh Singkawang, yang dilangsungkan di panggung kehormatan, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Jumat, 2 Maret 2018.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Assisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Lensus Kandri, Mantan Gubernur Kalbar Cornelis beserta istri, Mantan Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya beserta istri, Bupati Landak, Karolin Margret Natasha, Wakil Walikota Singkawang, Irwan, kapolres Singkawang, AKBP. Yury Nurhidayat, Ketua Yayasan Bumi Khatulistiwa yang juga Presiden Direktur Singkawang Grand Mall, Ir. Pui Sudarto, dan sejumlah Duta Besar Negara Sahabat.
Acara pembukaan ditandai pemukulan tambur dilakukan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Assisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Lensus Kandri, Walikota Singakwang, Tjhai Chui Mie, Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang, Leonardi Tjhai, dilanjutkan penyerahan 3 rekor Muri yang diterima Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam sambutannya memaparkan Kota Singkawang memiliki banyak sekali potensi pariwisata dan budaya, yang memiliki daya tarik kunjungan wisatawan, salah satunya adalah event Cap Go Meh.
Dikatakannya, keunikan perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, berbeda dengan daerah lain di Indonesia, termasuk di negara asalnya Tiongkok, sehingga tidak heran setiap tahun Kota Singkawang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia menyampaikan, perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang untuk tahun ini berhasil memecahkan 3 rekor Muri, diantaranya jumlah peserta Tatung paling banyak, yakni 1.038, lampion terbanyak 20.607 unit, dan pembuatan gerbang Perayaan Tahun Baru Imlek, dan Cap Go Meh terbesar.

Dikatakan Tjhai Chui Mie, daya tarik Kota Singkawang sungguh luar biasa, terutama dengan kehadiran para Tatung, yang tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan nusantara, namun juga mampu menghadirkan wisatawan dunia. Bahkan tidak sedikit media massa cetak maupun elektronik, baik lokal maupun luar negeri menulis bahwa event Cap Go Meh Kota Singkawang sebagai yang terbesar dan terhebat di dunia.
“Cap Go Meh yang ada di Kota Singkawang selama ini, memang sudah menjadi agenda wisata andalan nasional. Selanjutnya, mari kita satukan langkah lebih maju agar event Cap Go Meh semakin diakui di dunia internasional,” kata Tjhai Chui Mie.
Guna mencapai keinginan tersebut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Singkawang untuk terus berperan aktif, dan memberikan kontribusi memajukan pariwisata dan budaya, salah satunya adalah menciptakan Sapta Pesona, dan jadikan Singkawang sebagai Kota Paling Toleran se Indonesia.
“Kota Singkawang, merupakan destinasi unggulan pariwisata dan budaya yang sangat ideal, bagi siapa saja yang menyukai wisata alam, dan bahari, ragam budaya, dan kuliner serta wisata religi, yang kental dengan nuansa Seribu Kelenteng,” paparnya.

Dikatakannya, Tatung yang tampil pada puncak perayaan Cap Go Meh di Singkawang, di yakini sebagai hasil akulturasi budaya antara masyarakat pendatang dari Tiongkok dengan penduduk lokal.
“Hasil akulturasi inilah yang menjadi daya tarik luar biasa, sehingga mampu menarik begitu banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie menyampaikan ucapan terima kasih, dan apresiasi kepada para donatur, panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh, serta seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mendukung suksesnya perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Assisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, para Duta Besar Negara Sahabat beserta seluruh wisatawan yang hadir memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan event Cap Go Meh,” pungkasnya.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Lensus Kandri, dalam sambutannya memaparkan, ragam budaya yang ada di Kota Singkawang, terutama event budaya Tionghoan yang menampilkan atraksi para Tatung memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan Industri pariwisata hingga ke mancanegara.
Sejalan dengan Misi Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat, yaitu: “Terwujudnya Masyarakat Kalimantan Barat Yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya Dan Sejahtera”, maka patutlah sekiranya masyarakat Kota Singkawang, untuk bersama-sama menjadikan moment perayaan Cap Go Meh sebagal wahana perekat kebersamaan dan kekeluargaan.
“Kebersamaan ini dapat diwujudkan, apabila kita tidak mengedepankan perbedaan yang ada, tetapi lihatlah perbedaan itu sebagai kekayaan budaya bersama, yang pada gilirannya akan menumbuhkan rasa saling menghormati dan saling menghargai diantara kita semua,” kata Lensus Kandri.

Ia berharap, perayaan festival Cap Go Meh di Kota Singkawang harus semakin baik dari tahun ke tahun, sehingga layak menyandang predikat sebagai event pariwisata dunia.
“Kita berharap, festival Cap Go Meh Kota Singkawang, bisa terus ditingkatkan dan dikemas lebih baik lagi, upaya peningkatan kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kalimantan Barat, bisa tercapai,” ungkapnya.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Singkawang da panitia perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh yang berhasil mengemas event Cap Go Meh yang laur biasa sekaligus spektekuler, dengan menghadirkan atraksi Tatung, yang mendapat predikat Wonderful Of The World.
Ia mengatakan Tatung Singkawang sangat unik dan menarik, dan selalu menunjukan peningkatan peserta dari tahun ke tahun, dan untuk tahun 2018 ini, berhasil memecahkan rekor Muri sebanyak 1.038 Tatung.
“Kehadiran ribuan Tatung inilah yang menjadikan Cap Go Meh di Kota Singkawang menjadi yang terbaik dan terbesar di dunia,” kata Lukman Hakim.
Acara dilanjutkan dengan atraksi tatung yang menghadirkan kekaguman bagi seluruh masyarakat, tamu undangan serta wisatawan yang hadir menyaksikannya. (Rio Dharmawan)