Selasa (10/4), dikeluarkan peringatan setelah seorang pria Amerika Serikat mengalami sakit kepala parah setelah mengonsumsi cabai terpedas di dunia.
Gejala yang dialami pria berusia 34 tahun itu dimulai setelah dia ambil bagian dalam kontes memakan cabai dan mengonsumsi satu Carolina Reaper pada 2016.
Pria itu kemudian mengalami rasa sakit parah di bagian leher dan kepala serta selama beberapa hari merasa kepalanya bak dipukuli selama beberapa saat. Periode rasa sakit itu berlangsung selama beberapa detik.
Setelah mencari batuan medis, berbagai pengujian menemukan secara neurologis tidak ada yang bermasalah di tubuh pria itu.
Dokter kemudian mendiagnosa pria itu dengan kondisi sementara otak yang disebut eversible cerebral vasoconstriction syndrome (RCVS) yang ditandai dengan menyempitnya pembuluh darah ke otak selama beberapa waktu.
Ini merupakan kali pertama seseorang didiagnosa mengalami RCVS setelah mengonsumsi cabai.
RCVS umumnya dialami mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau mengonsumsi narkoba.
“Ini merupakan hal yang mengejutkan,” ujar Kulothungan Gunasekaran dari Rumah Sakit Henry Ford di Detroit.
“Karenanya, kami meminta publik untuk berhati-hati jika mengonsumi cabai dan mencari bantuan medis jika mengalami gejala serupa,” imbuhnya.
Carolina Reaper tercatat sebagai cabai terpedas di dunia dalam Guinness World Record. Cabai itu merupakan hasil persilangan dari Sweet Habanero dengan Naga Viper. Cabai itu dikembangkan di South Carolina, Amerika Serikat.
Carolina Reaper memiliki tingkat kepedasan rata-rata 1.641.183 Scoville Heat Unit berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Winthrop University di South Carolina pada 2017.
Sebagai catatan, cabai rawit tercatat di 50 ribu hingga 100 ribu Scoville Heat Unit.