Bank sentral Indonesia membuka kantor perwakilan di Beijing sebagai tanda meningkatnya hubungan antara China dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Bank Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa pembukaan kantor tersebut mengindikasikan semakin pentingnya peran China dalam ekonomi global dan regional, termasuk di Indonesia. Kantor tersebut juga akan memainkan peran penting dalam menjalin hubungan dengan agen pemerintah China lainnya dan pelaku pasar keuangan, kata bank sentral tersebut.
“Kehadiran kantor perwakilan Bank Indonesia di Beijing diharapkan dapat lebih mengoptimalkan hubungan ekonomi dan keuangan antara kedua negara dan memperbaiki pemahaman akan perkembangan ekonomi dan keuangan dan kebijakan di China dan implikasinya bagi Indonesia,” Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan dalam sebuah pernyataan
Investasi langsung China di Indonesia telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan China merupakan mitra dagang terbesar di Indonesia dengan perdagangan dua arah melebihi $ 52 miliar pada tahun 2016. Presiden Joko Widodo, yang membutuhkan miliaran dolar untuk mendanai agenda infrastruktur yang ambisius, telah bertemu dengan China Xi Jinping beberapa kali, termasuk di sela Belt and Road Forum di Beijing tahun lalu.
Bank Indonesia akan menjadi bank sentral ketiga yang kesembilan untuk mendirikan kantor di China, kata Bank Rakyat China dalam sebuah pernyataan. Sebuah kesepakatan untuk menetapkan pos tersebut ditandatangani oleh Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan dan Martowardojo dari Bank Indonesia.
“Pembentukan kantor Bank Indonesia China akan memperkuat kerja sama kedua bank sentral negara tersebut, dan memfasilitasi pengembangan lebih lanjut dari hubungan keuangan, perdagangan dan ekonomi bilateral,” kata PBOC.