Pejabat China itu hadir dalam konferensi pada Jumat, hari terakhir, setelah mendapatkan visa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, Rabu, menuturkan Amerika Serikat “menjadikan visa sebagai senjata, berulangkali mengabaikan tanggung jawab internasional mereka dan menghalangi pertukaran dan kerja sama internasional.”
Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus mengatakan: Amerika Serikat menolak karakterisasi tak berdasar dari Kementerian Luar Negeri China atas kebijakan visa AS terhadap China.” Ia menambahkan bahwa mempersoalkan kasus visa perseorangan dilarang oleh undang-undang.
“Dalam semua penyelesaian visa kami, kami berkomitmen untuk memastikan keamanan nasional sambil juga memfasilitasi perjalanan yang sah,” katanya.
Percekcokan atas visa tersebut merupakan sengketa terbaru antara Beijing dan Washington, yang sudah terperangkap dalam sengketa dagang yang sengit. Mereka juga sudah lama berbeda pandangan soal isu HAM, sengketa Laut China Selatan dan Taiwan yang diklaim oleh China.
Moderator panel pada Senin mengatakan ketidakhadiran Yanhua dikarenakan adanya masalah penjadwalan. Juru bicara konferensi mengonfirmasi bahwa Yanhua tiba di AS untuk hadir.
Sementara itu, juru bicara China mengatakan pada Rabu bahwa China merupakan peserta penting dalam kongres tersebut dan mengutus delegasi setiap tahun.
(Reuters)