Akhirnya Transportasi Online dan Non Online di Jatim Bersinergi
Gubernur Jatim melaunching kendaraan sewa berbasis online di Gedung Grahadi disaksikan Cucu Mulyana Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi se-Jawa, Bali, NTT, NTB, Lampung, CEO perusahaan aplikasi, Dirlantas Polda Jatim dan ketua Organda Jatim (4/1).
Wahid Wahyudi Kepala Dinas Perhubungan Jatim melaporkan angkutan online dan non online sepakat bersama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jatim, sesuai Pergub Jatim No. 188/375/KPTS/103/2017 yakni sebanyak 4445 kendaraan yang terdiri 3.000 unit untuk wilayah Gerbangkertosusila, 225 unit di Malang Raya, dan sisanya daerah lain di Jatim. Dalam peraturan ditentukan besaran tarif sewa khusus di Jatim Rp.6000 per km batas atas dan Rp.3500 per km batas bawah.
Dari jumlah 4445 kendaraan, sampai 4 Januari yang mengajukan ijin ke Dinas Perhubungan Jatim sebanyak 31 perusahaan dengan jumlah 2418 kendaraan berada di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Tulungagung, Madiun dan Blitar. Sebanyak 113 kendaraan telah menerima ijin lengkap sedangkan 9 kendaraan dalam tahap proses.
“Sesuai peraturan Menhub, angkutan online wilayah operasional dibatasi. Angkutan online boleh keluar wilayah tapi pulangnya tidak boleh ambil penumpang. Kendaraan yang mendapat ijin operasi ditempel stiker khusus menginfokan wilayah operasi, badan hukum, tahun penerbitan ijin identitas kendaraan dan logo perhubungan. Stiker tidak dapat dipalsukan,” jelas Wahid Wahyudi.
John Colombo CEO Uber mengatakan inovasi teknologi moda bisnis aplikasi membawa pilihan baru yang tidak mungkin sebelum era smart phone. John mengapreasi diakuinya aplikasi sebagai ekosistem mobilitas perkotaan melalui payung hukum.
“Kami ingin bekerjasama dengan pemerintah dan instansi terkait. Taksi online, ojek, angkutan umum konvensional bisa hidup bersama menawarkan mobilitas kepada masyarakat sesuai pilihan. Hal ini penting untuk mengurangi kendaraan pribadi dan tempat parkir,” terang John Colombo.
Gubernur Jatim Soekarwo mengaku sangat lega akhirnya menemukan kesepakatan antara transportasi online dan non online sesuai aspirasi masyarakat secara damai dan bergotong royong merusmukan kata sepakat dengan mendudukkan semua pihak yang berkepentingan.
“Sikap hidup di Jatim yang dingin karena gotong royong. Teknologi menjadi pilihan kehidupan yang lebih efisien. Sikap Pemprov Jatim jelas yakni yang besar difasilitasi dengan peraturan yang kecil non online dibantu agar tidak kalah bersaing dalam pertarungan. Efisiensi tuntutan jaman, tapi pemerintah membantu non online dengan pendidikan agar besar bersama,” ujar Soekarwo.
Dalam acara tersebut CSR dari UBER, GOCAR dan CRAB menyerahkan bantuan untuk perusahaan non online yakni 50 ban kendaraan, WIFI untuk 50 angkot, stiker aplikasi dengan kompensasi 600 Ribu perkendaraan untuk 6 bulan, bengkel gratis sebesar 300 ribu, BPJS 1 bulan gratis untuk 500 sopir angkot, 1 liter cek aki gratis, SIM Card XL untuk 50 kendaraan. (April Lie)



