Agenda Internasional Surabaya: Sebagai Tuan Rumah Kota Layak Anak Se-Asia Pasifik Hingga Penyelenggaraan Start-up Nation Summit Diikuti 183 Delegasi Luar Negeri
Surabaya sebagai kota internasional selayaknya menjadi penyelenggara berbagai ajang kegiatan bertaraf internasional pula. Pada 6-8 Mei mendatang, Surabaya didapuk sebagai tuan rumah Internasional Growing Up Urban Making Cities Safe and Sustainable for Every Child atau biasa disebut Kota Layak Anak. Acara tersebut digagas Pemkot Surabaya bersama UNICEF.
Marc Vegara selaku Chief of Communication and Public Advocacy UNICEF menjelaskan inti pertemuan antar wali kota se-Asia pasifik untuk berdiskusi dan sharing ilmu mencari solusi banyak masalah yang terjadi di setiap kota tentang kondisi anak perkotaan. “Mulai sekarang harus dipikirkan bagaimana perencanaan dan kontrol bagi anak, jika tidak dilakukan akan sangat membahayakan,” jelas Marc di Kantor Humas Pemkot Surabaya (13/3).
Masih kata Marc, pentingnya acara tersebut karena ia sering melihat dan mendengar permasalahan anak perkotaan di berbagai kota di dunia. “Saya mencontohkan kejadian di sebuah kota bernama Zero Day yang ada di Afrika Selatan. Di sana air telah mati dan meminta kepada rakyatnya untuk mencari air sendiri. Lalu bagaimana dengan anak-anak, tidak mungkin mereka bisa hidup tanpa air. Itu sangat menakutkan,” imbuhnya.
Kepala Perwakilan UNICEF untuk Wilayah Jawa Arie Rukmantara mengatakan kegiatan yang mempertemukan 11 wali kota dari 8 negara se-Asia Pasifik dikemas dalam bentuk diskusi membahas visi para wali kota dalam membangun kota layak anak jangka panjang.
Disampaikan Arie, akan ada 4 topik yang dibahas dalam diskusi kota layak anak di antaranya; mengukur investasi terhadap kepentingan anak dan remaja, perencanaan kota yang mampu merespon kebutuhan anak dengan cepat dan fokus terhadap kebutuhan anak, kebijakan tata kota penganggaran dan intervensi untuk anak dan remaja serta merumuskan dan berkomitmen untuk memberikan solusi untuk mewujudkan hasil diskusi selama 1 hari.
“Dari hasil diskusi diharapkan wali kota Asia Timur dan seluruh dunia berkomitmen mewujudkan dan menemukan solusi bagi kehidupan anak di kota,” ujar Arie.
Adapun negara-negara yang hadir diperkirakan 80 orang di antaranya Hongkong, Vietnam, Malaysia, Brunei, Kamboja. Sedangkan dari dalam negeri hanya Kota Surakarta yang diundang karena memiliki tata kelola kota dan perlindungan anak yang baik seperti Surabaya.
Selanjutnya pada 17 – 18 November digelar Startup Nation Summit, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, acara tersebut diperkirakan dihadiri 183 delegasi dari berbagai negara akan dikolaborasikan dengan acara industri kreatif digital. “Jadi nanti tidak hanya sekedar event seperti biasanya, tetapi akan dibumbuhi nuansa digital dan milenial,” kata Risma.
Pemerintah Kota Surabaya berencana mengemas acara tersebut dengan nuansa kekinian bernama innovation creative (industri kreatif digital) menyajikan beberapa agenda diantaranya, digital art, community activity, virtual reality, interactive game, workshop innovation zone dan music performence. Sengaja disajikan banyak acara agar semua usia bisa bergabung dalam event tersebut dengan target 1 juta pengunjung.
Agenda digital kreatif dimaksudkan untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota kreatif pertama di Indonesia, memajukan dunia startup dan membawa ke peta dunia. “Nama Surabaya sudah dikenal di ASEAN dan Asia tapi belum di sebagian besar negara Eropa dan lainnya. Ini adalah momen yang tepat,” ujar Risma. (Avrilla)




