4 Fakta Telur Pitan

0 4,889

Telur Pitan (皮蛋Pídàn) memiliki beberapa sebutan lain, yaitu 松花蛋 (Sōnghuā dàn), 变蛋 (Biàn dàn), dan 灰包蛋(Huī bāo dàn), merupakan satu jenis produk olahan telur tradisional suku Han. Rasanya lezat, warna dan aromanya khas. Bahan utama yang dibutuhkan dalam membuat telur Pitan antara lain kapur, soda abu, garam, teh hitam, abu tanaman.

Pitan tidak hanya disukai oleh masyarakat Tiongkok, tetapi juga populer dan menjadi favorit di pasar internasional. Melalui proses pengolahan khusus, Pitan akan berubah warna menjadi hitam mengkilap dengan sedikit motif putih di permukaannya, serta mengeluarkan bau harum khas yang menusuk hidung.

Melalui sejarah yang panjang, Pitan dan telur asin bebek telah menjadi telur khas yang disukai masyarakat Tiongkok, dan secara perlahan mulai terbentuk tradisi makan kedua telur ini pada saat Duanwu Jie (Festival Perahu Naga). Setiap Duanwu Jie tiba, selain bakcang, Pitan dan telur asin bebek juga menjadi makanan yang dipilih sebagai hadiah bagi teman dan saudara.

Perkembangan Telur Pitan

Telur Phitan 4

Pitan selain lezat juga memiliki khasiat tertentu sebagai obat. Wang Shixiong dalam bukunya “Sui Xi Ju Yinshi Pu” menyatakan: “Pitan, memiliki rasa yang tajam, menusuk, manis, asin. Berguna untuk menghilangkan panas, menyembuhkan mabuk, membuang panas di usus, dan menyembuhkan diare.” Ilmu kedokteran Tiongkok menganggap Pitan sebagai makanan yang bersifat dingin, dapat menyembuhkan sakit mata, sakit gigi, menurunkan tekanan darah, dan menyembuhkan vertigo.

Cara pembuatan Pitan tradisional hampir selalu menggunakan obat herbal Tiongkok yang disebut ‘litharge’, namun kandungan timah di dalam Pitan cukup mengkhawatirkan. Dewasa ini telah ditemukan cara konsumsi Pitan tanpa timah, jadi bagi Anda pecinta Pitan, tidak perlu lagi khawatir akan masalah ini.

Yiyang, Hunan, adalah tempat asal mula Pitan, berdasarkan catatan yang ada, Pitan telah memiliki sejarah lebih dari 500 tahun, mulai dari awal Dinasti Ming hingga saat ini. Daerah Yuanzhou di kota Yichun, propinsi Jiangxi merupakan pusat produksi telur Pitan.

Seiring dengan proses penyebarannya, telur Pitan juga mengalami perkembangan dalam proses pembuatannya. Pada sekitar abad ke-20,  muncullah jenis Pitan yang disebut ‘Hucai’ dan ‘Jingcai’. Pitan Jingcai disebut juga ‘Nen Pitan’. Proses pembuatannya diawali dengan merendam telur bebek pilihan di dalam campuran air, alkali, garam, daun teh, abu kayu murbei, dan tepung jagung selama kurang lebih 20 hari. Kemudian dilanjutkan dengan membungkus telur dengan tanah liat kering dan mencelupkannya ke dalam air garam, dan melapisinya dengan kulit padi. Pitan jenis ini memiliki kulit yang tebal dan permukaan telur penuh dengan motif. Jika dibelah, akan tampak 3 lapisan di dalam telur, lapisan pertama hitam bening dan keras, lapisan tengah berwarna sedikit kekuningan dan agak lunak, sedangkan lapisan dalam berwarna kuning keemasan dan sedikit kental. Telur ini memiliki tampilan yang cantik, rasa yang lezat dan tidak menusuk, bersifat dingin, sangat baik sebagai teman makan bubur atau minum bir, sangat disukai di Tiongkok, juga sangat laris di Asia Tenggara.

Saat ini, beberapa desa di Tiongkok seperti Desa Tanghua, Heilong, dan Youyi tetap mempertahankan cara pembuatan Pitan tradisional. Selama tahun 2006, 268 keluarga di desa-desa tersebut telah memproduksi 300 juta butir telur Pitan yang dijual ke daerah-daerah seperti Jiangsu, Anhui, Shanxi, Shandong, Mongolia Dalam, Dongbei, dan lain-lain. 5 merk utama produksi mereka adalah Heimao, Luxiang, Caidie, Hualin, dan Dianshan Hu.

Kandungan Gizi dan Manfaat Telur Pitan

Kandungan GiziJumlah
Energi171 kkal
Protein14.2 gram
Lemak10.7 gram
Karbohidrat4.5 gram
Folat13.4 mikrogram
Kolesterol608 miligram
Vitamin A215 mikrogram
Tiamin0.06 miligram
Riboflavin0.18 miligram
Niacin0.1 miligram
Vitamin E3.05 miligram
Kalsium63 miligram
Fosfor165 miligram
Kalium152 miligram
Sodium542.7 miligram
Yodium6.8 mikrogram
Magnesium13 miligram
Zat besi3.3 miligram
Seng1.48 miligram
Selenium25.24 mikrogram
Tembaga0.12 miligram
Mangan0.06 miligram

Angka kandungan gizi tersebut di atas didasarkan pada 《中国食物成分表(2002)》 (Tabel Kandungan Gizi Makanan Tiongkok 2002).

Pitan memiliki khasiat untuk melembabkan tenggorokan, menghilangkan panas dalam tubuh, menyembuhkan orang dari mabuk, mengurangi panas dalam usus, dan menyembuhkan diare. Jika dikonsumsi bersama cuka akan bermanfaat untuk menghilangkan panas dan mengencerkan dahak, menyehatkan jantung, menguatkan badan, serta menghilangkan berbagai penyakit gusi dan mulut.

Pitan tidak baik dikonsumsi oleh anak-anak, orang dengan gangguan fungsi limpa, pengidap penyakit kardiovaskular, penyakit hati dan ginjal. Selain itu, Pitan juga mengandung timah, sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak.

Legenda Telur Pitan

Cerita yang beredar di masyarakat mengatakan, pada masa pemerintahan kaisar Taichang dari Dinasti Ming, ada sebuah kedai teh di Distrik Wujiang, Jiangsu yang sangat laris dan ramai pengunjung. Pemilik kedai seringkali secara sembarangan melempar sisa dauh teh yang telah diseduh ke atas  tumpukan abu di pekarangan belakang rumah. Secara kebetulan, bebek yang dipelihara tuan rumah suka bertelur di atas tumpukan abu tersebut. Pada suatu hari, pada saat bermaksud membersihkan tumpukan abu, pemilik kedai menemukan beberapa butir telur bebek yang telah berubah warna. Awalnya pemilik kedai mengira telur tersebut telah rusak dan tidak dapat dimakan, namun tidak disangka pada saat dibuka ternyata bagian dalam telur berwarna hitam mengkilap dengan sedikit motif berwarna putih di permukaannya, pada saat dibau terciumlah aroma harum, pada saat dicicipi, ternyata rasanya cukup lezat. Inilah telur Pitan yang pertama. Selanjutnya, melalui berbagai perubahan, proses pembuatan Pitan pun semakin disempurnakan.

Aneka Olahan Telur Pitan

Telur Pitan Pedas

Telur Phitan 2

Bahan: 3 butir telur Pitan, 3 butir cabai rawit, 2 butir bawang putih

Bumbu: minyak, minyak wijen, kecap asin, penyedap

Cara membuat:
Potong Pitan, cincang cabai dan bawang putih. Atur potongan Pitan di atas piring, letakkan cabai dan bawang di tengahnya. Siram dengan minyak matang, kecap asin, penyedap dan minyak wijen. Aduk rata dan sajikan.

Telur Pitan Jamur Payung

Bahan: 300 gram jamur payung, 4 butir telur Pitan, 1 butir cabai merah, 1 butir cabai hijau, 3 butir bawang putih

Bumbu: 300 gram minyak goreng, 2 sdt minyak wijen, 1 sdt kecap asin, ½ sdt gula

Cara membuat:

1.      Cuci bersih jamur payung, rendam hingga mekar. Keringkan air, buang batang jamur payung, potong menjadi 4 bagian. Tumis dalam wajan kering selama 2 menit, angkat dan sisihkan. Cuci dan cincang bawang putih, cuci dan potong cabai.

2.      Panaskan minyak dalam wajan, masukkan bawang putih dan cabai, tumis hingga harum. Masukkan jamur payung, tumis dengan api besar, kemudian kecilkan api dan ungkep sebentar hingga jamur tidak lagi mengeluarkan air dan sedikit menyusut. Matikan api, tuang ke dalam piring.

3.      Kupas dan potong telur Pitan, masukkan ke dalam piring berisi jamur payung. Siram dengan kecap asin, gula, minyak wijen. Sajikan.

Tumis Telur Pitan

Telur Phitan 3

Bahan: 3 butir telur Pitan, ½ butir paprika hijau, ½ batang wortel, 2 potong tipis jahe, 2 sdm tepung kanji, 2 butir bawang putih, minyak wijen, gula, kecap asin, lada hitam.

Cara membuat:

  1. Panaskan minyak dalam penggorengan, masukkan telur Pitan yang telah dipotong menjadi 8 dan dilumuri tepung kanji. Goreng hingga telur mengambang dan berwarna keemasan (kira-kira 1 menit), angkat dan tiriskan.
  2. Tumis bawang putih dan jahe, masukkan paprika hijau dan wortel. Tumis hingga harum, masukkan Pitan. Tambahkan bumbu-bumbu, aduk rata. Taburi dengan lada hitam, angkat dan sajikan.

(China Daily Indonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.