Singkawang-Harian InHua. Spektakuler dan sungguh berseni. Itulah ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan persiapan Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang dalam memeriahkan dan mensuskseskan event akbar tahunan itu.
Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Seribu Kelenteng Singkawang, selalu disambut dengan semarak dan meriah. Berbagai macam aksesoris, dan pernak pernik khas Imlek sudah banyak dipasang di berbagai tempat guna memeriahkan Tahun Baru Imlek kali ini. Salah satunya adalah pemasangan 13.800 lampion yang menghiasi hampir seluruh ruas Jalan protokoler dan kawasan perdagangan, menjadikan Kota Singkawang ditaburi nuansa warna merah.
Ketua umum panitia perayaan Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018 Kota Singkawang, Leonardi Chai dikonfirmasi koran Harian InHua, Rabu 31 Januari 2018 memaparkan, setelah melihat begitu tingginya antusiasme Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam mendukung suksesnya perayaan Imlek dan Cap Go Meh, dirinya terobsesi menyulap wajah Kota Singkawang dengan hiasan pernak pernik lampion.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang, khususnya saudara saya warga Tionghoa, untuk bersama-sama memeriahkan dan mensukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini. Salah satu bentuk dukunganya dapat diwujudkan dengan memasang pernak-pernik khas Imlek dan lampion pada halaman rumahnya,” kata Leonardi Chai.
Dikatakan Leonardi Chai, keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang. Lampion menjadi salah satu atribut khas Tionghoa yang menandai peralihan tahun penanggalan kalender imlek.
Menurut Leonardi Chai, perayaan Imlek dan Cap Go Meh, akan menjadi kurang meriah tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut Jalan protokol, Kelenteng, Vihara dan rumah toko serta pemukiman warga Tionghoa.
“Pemasangan lampion memiliki makna filosofis dalam kebudayaan Tionghoa. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan, bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan warna keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan. Legenda klasik juga menggambarkan, lampion sebagai kekuatan pengusir gangguan roh jahat yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di masing-masing rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ketidak beruntungan,” tukasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya selaku panitia telah mempersiapkan sebanyak 13.800 buah lampion yang dipasang pada perayaan Imlek tahun ini. Lokasi pemasangannya, diprioritaska di setiap Jalan protokol dan pusat perniagaan, seperti jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Sejahtera, Jalan Budi Utomo, Jalan Setia Budi, Jalan Saman Bujang, Jalan Kepol Mahmud, Jalan GM. Situt, Jalan Kalimantan, Jalan Yos Sudarso, Jalan Alianyang, dan sebagian Jalan Tsjafioeddin.
“Kita berkomitmen bahwa, perayaan Tahun Baru Imlek, dan Cap Go Meh yang merupakan tradisi kebudayaan warga Tionghoa di Kota Singkawang, harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan lebih besar, karena event akbar tersebut merupakan destinasi unggulan dalam menarik kunjungan wisatawan,” tukasnya.

Ia menambahkan, selain pemasangan 13.800 lampion dan aksesoris khas Imlek, pihaknya juga telah mempersiapkan replika 12 Shio, serta ornamen-ornamen khas Tionghoa lainnya, seperti pembuatan pintu gerbang Imlek dan Cap Go Meh, dis epanjang Jalan Diponegoro, serta Taman bunga Meihwa, bangunan dan miniatur Tionghoa di stadion kridasana.
Memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang, terutama kepada warga Tionghoa yang merayakan Imlek, untuk dapat ikut berpartisipasi memeriahkannya dengan memasang lampu lampion.
“Agar perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh tahun ini lebih meriah dan lebih baik dari tahun sebelumnya, saya mengajak masyarakat Tionghoa, khususnya pemilik rumah toko agar memasang lampion, dan aksesoris khas imlek lainnya,” ajak Tjhai Chui Mie.

Disebutkan Tjhai Chui Mie, Kota Singkawang telah menjadi barometer pariwisata dan budaya di Kalimantan Barat. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk turut mengambil bagian dalam menunjang event-event pariwisata dan budaya yang dilaksanakan pemkot Singkawang maupun Pemprov Kalbar, mengingat event budaya khususnya Cap Go Meh berdampak sangat positif pada meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Sebagai Kepala pemerintah di Kota Singkawang, saya sangat mendukung semua event yang bertujuan menumbuh kembangkan program pariwisata dan budaya. Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Tionghoa, khususnya panitia perayaan Tahun Baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018, atas partisipasinya menghiasi wajah Kota Singkawang dengan lampion,” ucapnya.
Dikatakannya, pemasangan lampion merupakan salah satu upaya mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kota Seribu Kelenteng.
Keyakinannya dilihat dari semakin tingginya animo wisatawan mengunjungi Kota Singkawang pada festival Imlek dan Cap Go Meh.

“Kita ingin menjadikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sebagai destinasi unggulan dalam menarik kunjungan wisatawan, maka event tahunan tersebut sudah diagendakan ke dalam program Kawasan Wisata Terpadu,” tutupnya.
Pantauan koran Harian InHua, beberapa Kelenteng di pusat Kota Singkawang, seperti Kelenteng Tridharma Bumi Raya yang berlokasi di Jalan Sejahtera, Kelenteng Budi Dharma, dan Kelenteng Tridharma di Jalan Alianyang, tampak dihiasi ratusan lampion, sebagai salah satu persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018 yang akan dirayakan tanggal 16 Februari hingga 2 maret 2018 mendatang. (Rio Dharmawan)