Pengurus Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club peringati Ceng Beng mendoakan arwah para leluhur diikuti anggotanya. Acara dilaksanakan di Moi Garden Restaurant, tepat pukul 18.30 WIB (5/4). Para anggota yang hadir mengikuti doa, dipimpin Ketua Surabaya Union Club, Sungkono Angkawidjaja.
Sungkono Angkawidjaja mengatakan peringatan Ceng Beng menjadi agenda rutin setiap tahun bagi pengurus dan anggota Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club. “Ceng Beng sebagai tradisi yang diperingati seluruh warga Tionghoa dimanapun berada dan sudah turun temurun. Kita mengingat leluhur sebagaimana kita minum air mengetahui dimana sumber airnya berasal. Kita bisa seperti sekarang karena para leluhur, jadi harus diingat selalu,” ujar Sungkono Angkawidjaja di sela acara.
Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club kini menginjak usia 28 tahun memiliki kegiatan peduli pendidikan yakni pemberian bantuan bea siswa kepada anak-anak pandai dari keluarga tidak mampu. Hampir setiap tahun, bea siswa diberikan kepada para pelajar dari SMP hingga Perguruan Tinggi di wilayah Surabaya, Gresik dan sekitarnya.
“Bea siswa terus bertambah jumlahnya setiap tahun untuk para pelajar,” jelas Sungkono Angkawidjaja.
Masih penjelasan Sungkono, pemberian bea siswa diharapkan mendorong semangat para pelajar semakin giat belajar sekaligus meraih prestasi. “Semoga mereka menjadi pelajar yang beriman, berilmu, bermoral serta kelak membangun negara sehingga turut mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” imbuh Sungkono.
Pemberian bea siswa sendiri dari pengurus yang dipercaya seluruh anggota mengelola arisan yang diikuti ribuan nomor. Para pelajar penerima bea siswa yang telah lulus dan memperoleh nilai terbaik, selalu melaporkan kepada para pengurus dan anggota. Mereka menunjukkan hasil skripsi dan menginformasikan telah diterima bekerja di sebuah perusahaan.
Kegiatan pemberian bea siswa juga menginspirasi salah satu anak penerima yang telah beranjak dewasa dan bekerja. Dia turut berpartisipasi memberikan bea siswa, karena melihat betapa mulianya pengurus Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club memikirkan dan berupaya memajukan pendidikan anak-anak bangsa.
Alie Handojo Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club, mengatakan para pengurus telah menjalankan visi misi sesuai prinsip yayasan. Yakni berakar tempat di mana berada, membantu sesama terutama pembinaan generasi penerus sebagai tanggung jawab jangka panjang yang penting dan berat.
Sementara itu dalam acara Ceng Beng, Alie Handojo juga mengingatkan pentingnya bersyukur dan selalu mengingat jasa para leluhur. “Kita ada, karena mereka para leluhur yang lebih dulu. Mereka datang merantau ke Surabaya dengan susah payah tanpa bekal apapun. Kemudian berjuang demi kehidupan yang lebih baik melahirkan generasi turut memajukan bangsa ini,” tutur Alie Handojo. (Avrilla)




