Warga Surabaya Menyambut Datangnya Imlek 2570 Penuh Suka Cita dan Harapan Terbaik di Tahun Babi Tanah

0 59

Setiap kali Imlek tiba banyak harapan dan doa tercurahkan dari masyarakat Tionghoa. Tahun 2019 merupakan Tahun Babi Tanah yang dipercaya penuh keceriaan bagi semua zodiak. Namun tetap diharapkan berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan. Tahun Babi Tanah menjadi kesempatan bagi semua orang menginstropeksi hal yang pernah terjadi untuk memasuki babak baru berikutnya. Sehingga di tahun 2019 menjadi harapan terbaik serta memperkuat dan memperbarui motivasi.

Demikian pula harapan warga Surabaya menyambut Imlek 2570, baik di mall, perkantoran, tempat ibadah meriah dengan pernak pernik lampion. Semua pusat perbelanjaan di Surabaya pun menawarkan beragam pertunjukkan menyambut Imlek diantaranya; atraksi barongsai, wayang potehi, bian lian, performance sekolah-sekolah, konser musik symphoni, demo memasak, demo make up dan pasar pecinan. Selain itu banyak stan di mall menjual aneka pernak-pernik kebutuhan Imlek lengkap dengan makanan ringannya.

Larut dalam menyambut Imlek tak hanya masyarakat Surabaya, tapi semua tokoh Tionghoa pun turut mendokan kondisi terbaik untuk nusa dan bangsa. Ustad Liem Fuk San pengurus Masjid Cheng Hoo Surabaya berharap tahun baru Imlek semakin mempererat tali silaturrahmi bersama masyarakat.

Bagi Ustad Liem Fuk San, momen Imlek merupakan ajang tradisi berkumpulnya keluarga dan handai taulan untuk merayakan bersama. “Biasanya bagi-bagi angpou untuk anak-anak. Momen Imlek juga dijadikan ajang berbagi kasih kepada sesama dengan menggelar bakti sosial,” ujar Ustad Liem Fuk San.

Harapan Imlek 2570 juga disampaikan Handoko Tjokro Ketua Makin Boen Bio dengan mendokan keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia terhindar dari musibah bencana alam. Adi Setiago Wakil Ketua Asosiasi Dong Yue Tai Ji Quan Jatim juga mendoakan masyarakat Surabaya Jatim pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, senantiasa sejahtera selalu.

Malam Imlek bagi sebagian masyarakat Surabaya ada yang merayakan makan bersama di rumah, ada pula yang memilih di restoran dengan sajian Chinese Food. Cindy dan Michelle mengaku menjadi tradisi bagi keluarganya untuk bersantap di sebuah restoran yang ada di Surabaya. 

“Salah satu restoran favorit keluarga kami yang menyajikan menu Yee Sheng untuk menyambut Imlek dengan ritual doa. Prosesi doanya diucapkan bersama-sama dan chef yang meracik makanan tersebut. Sangat menarik sekaligus berdoa bersama dengan suasana yang tidak dilakukan setiap hari, tapi hanya setahun sekali,” tutur Michelle.

Michelle menjelaskan lebih lanjut prosesi acara makan sajian menu Yee Sheng. Seorang chef yang melakukan prosesi yakni mula-mula aneka bahan Yee Sheng yang masih segar terdiri dari lobak manis, kacang tanah, wortel, daun jeruk, jahe manis, daun ketumbar, jeruk bali, cabe merah, aslam madu dan kulit ikan salmon goreng, disajikan di atas piring besar. 

Kemudian chef akan memeras jeruk nipis di atas salmon, bersama-sama mengucap : ‘Semoga Tahun ini jauh dari malapetaka’diatas bahan Yee Sheng. Selanjutnya dicampurkan ikan salmon dengan mengucap bersama-sama pula : ‘Semoga tahun ini banyak diberikan sisa rezeki yang berlimpah’. Lalu, ketika menambahkan lada mengucapkan: ‘Selamat Tahun Baru Imlek’.  

Tatkala menuang minyak kembali mengucapkan: ‘Semoga Tahun ini dilancarkan bisnisnya’. Aslam madu dimasukkan sambil mengucap : ‘Semoga selalu diberikan keharmonisan dalam keluarga’. Terakhir memasukkan kerupuk dan mengucapkan: ‘Semoga tahun ini diberikan emas yang berlimpah’.

“Setelah semua bahan masuk, seluruh anggota keluarga mengaduk mencampur tinggi-tinggi hidangan dimaksudkan agar rezekinya tinggi pula. Acara ritual makan ini sangat berkesan,” tutur Michelle saat ditemui di Ah Yat Abalone Forum Restaurant. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.