Tepat pukul 6 pagi di area Car Free Day Raya Darmo, Lions Club se-Surabaya memperingati World Diabetes Day 2018 dengan mengajak masyarakat umum melakukan Senam Diabetes dan Senam PORPI (14/10). Tak hanya senam yang digelar tapi juga pemeriksaan gula darah, konsultasi dan Seminar Diabetes.

Ketua DPRD Surabaya Armuji yang turut hadir mengatakan sangat mendukung kegiatan sosial yang dilakukan Lions Club. “Lions Club banyak mengadakan kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat seperti bakti sosial, selain itu juga menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana gempa tsunami Palu,” jelas Armuji.
Indah Kurnia anggota DPR RI komisi XI pada kesempatan itu juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kualitas hidup sehat. Demikian pula yang disampaikan Peter Gozal Gubernur Distrik 307 B2, menginformasikan Diabetes sebagai penyakit mematikan pembunuh nomor tiga di Indonesia karena memicu serangan jantung bila gula darah tinggi melebihi batas normal. Tercatat pada 2014, terdapat 10 juta orang penduduk Indonesia menderita diabetes.

Diabetes juga berakibat merusak retina mata, bahkan membuat mata buta, karena gula darah yang tinggi akan menyumbat pembuluh darah retina mata. Diabetes dapat memicu gagal ginjal. Fungsi ginjal sebagai penyaring racun dalam darah, bila kadar gula tinggi dapat mempengaruhi saraf-saraf dalam tubuh dan memicu kerusakan sistem pencernaan, sistem kemih dan ereksi pada pria.

Peter Gozal pun mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga teratur, menghindari stress dan istirahat yang cukup.
Ajari Anak Cinta Damai dengan Membuat Poster Perdamaian
Sehari sebelumnya (13/10), Lions Club Surabaya Shining bersama Surabaya Grammer School menggelar lomba membuat poster perdamaian yang diikuti 290 pelajar sekolah. Menurut Hermin Pujiastuti Presiden Lions Club Surabaya Shining program tersebut menjadi salah satu agenda Lions Club Internasional.

Pesertanya anak-anak usia 4 hingga13 tahun. Hanya saja untuk anak usia 4-6 tahun mengikuti lomba mewarnai dan usia 7 hingga 13 mengikuti lomba menggambar. Pemenang menggambar poster perdamaian kategori C usia 11 hingga 13, karyanya akan dikirim ke Amerika.
Lilianawati Tjokrohartono yang juga pengurus Lions Club Surabaya Shining mengatakan penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu terus dilakukan dan telah mengirim bantuan. “Lions Club bersama seluruh komunitas Surabaya Peduli berencana membangun seribu rumah di Palu, seperti yang pernah dilakukan di Aceh saat diterpa tsunami pada 2004 silam,” ujarnya.

Puspita Dewi Prijadi yang pernah menjabat sebagai Presiden Lions Club Surabaya Shining mengaku sangat mendukung beragam kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Lions Club untuk masyarakat, karena langsung dapat dirasakan manfaatnya. (AV)