Peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan moment paling sakral dan paling bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk kita masyarakat Kota Singkawang. Sebagai bangsa Indonesia yang terlahir di bumi tanah air Indonesia, kita harus menyadari betapa mulianya perjuangan para Pahlawan pendiri negara ini.
Pengorbanan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan harus terus tertanam dalam hati sanubari kita. Salah satu cara untuk menanamkan jiwa nasionalisme adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung poteng.
Demikian disampaikan Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, saat memimpin apel keberangkatan tim pengibaran bendera merah putih raksasa di puncak gunung poteng, Kecamatan Singkawang Timur.
Kegiatan yang dilangsungkan di halaman kantor Camat Singkawang Timur, Jumat 10 Agustus 2018 ini, diikuti Kapolsek Singkawang Timur, Iptu. Harsoyo, Camat Singkawang Timur, Pilipus, Lurah Nyarungkop Rizal, pelaksana tekhnis Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kota Singkawang, Komunitas Pencinta Alam, Sispala, Siswa SMA, dan pemuda pendaki gunung.
Tjhai Chui Mie mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih merupakan upaya menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, menggelorakan semangat perjuangan, menjungjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Berangkat dari itulah, saya berharap kepada segenap tim pengibaran bendera untuk memberikan yang terbaik dalam menunaikan tugasnya mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung poteng. Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolsek Singkawang Timur, Camat Singkawang Timur, dan segenap tim pengibaran bendera merah putih ini. Kita lakukan ini sebagai penghormatan kepada para pahlawan bangsa, yang telah berjuang tanpa pamrih mengorbankan harta benda, jiwa dan raganya untuk kemerdekaan negara Indonesia yang kita cintai,” kata Tjhai Chui Mie.
Untuk menjaga stamina, Tjhai Chui Mie menyarankan agar tim pendaki menciptakan suasana gembira, harmonis, dan disiplin dalam melaksanakan tugas pengibaran, didasari perasaan hati yang tulus, sebagai wujud cinta kepada NKRI.
Kapolsek Singkawang Timur, Iptu Harsoyo sebagai penggagas pengibaran bendera merah putih di puncak gunung poteng menerangkan, bendera merah putih raksasa yang akan dikibarkan, berukuran 25×17 meter.
Adapun maksud dan tujuan pengibaran bendera merah putih di puncak gunung poteng, disebutkan dia merupakan simbol cinta tanah air, bangsa dan negara serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dan persatuan.
“Pada moment peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun ini, kita ingin menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan, rasa cinta tanah air kepada seluruh elemen masyarakat Kota Singkawang, tentang arti kemerdekaan yang diraih oleh para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan harta benda, jiwa maupun raga, sehingga bendera sang saka merah putih tetap berdiri tegak di bumi pertiwi. Mudah-mudahan, upaya kami mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung poteng ini, dapat menggugah jiwa nasionalisme dan patriotisme para generasi muda, dalam mengisi kemerdekaan dengan segudang prestasi demi kejayaan negara Indonesia,” kata Kapolsek Singkawang Timur, Iptu Harsoyo.
Prosesi pengibaran dilepas oleh Walikota Singkawang. Tidak kurang dari 85 pendaki secara bersama-sama membawa bendera merah putih ke lokasi pengibaran yang berada pada ketinggian 920 meter di atas permukaan laut.
Setibanya di puncak gunung poteng, bendera mulai dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Usai upacara pengibaran sang Merah Putih, para pendaki yang tergabung dalam kelompok pecinta alam itu lalu melakukan aksi sosial bersih-bersih gunung. (Rio Dharmawan)