InhuaOnline – Warga Tionghoa Kota Singkawang mengungkapkan rasa syukur atas realisasi
pembangunan Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi, yang terletak di Jalan P. Natuna, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Sabtu 10 September 2022.
Acara peresmian ditandai dengan atraksi Barongsai, dilanjutkan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, dan pelepasan balon oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Ketua Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi, Andry Liu dan Ketua Panitia Lo Lie Ha.
Ketua panitia peresmian Lo Lie Ha, dalam sambutannya menuturkan, Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi adalah tempat ibadah yang selalu ramai dikunjungi oleh umat Buddha, Tao, dan Konghucu, baik untuk kegiatan bersembahyang maupun pembinaan mental dan spiritual.

Ia menyebutkan bangunan Vihara lama ukurannya kurang luas, sehingga tidak memungkinkan bagi umat untuk melaksanakan kegiatan ibadah dalam jumlah besar.
Menanggapi hal tersebut, pihaknya bersama dengan pengurus inti Vihara dan masyarakat Tionghoa Singkawang, mengadakan rapat pertemuan untuk membangun kembali bangunan yang baru.
Ia mengungkapkan, realisasi pembangunan Vihara berlangsung lebih kurang 2 tahun, dengan besarnya biaya pembangunan bersumber dari sumbangan donatur, masyarakat Kota Singkawang, Jakarta, serta bantuan Pemerintah Kota Singkawang.

Disebutkan Lo Lie Ha, seluruh dana bantuan tertera lengkap dalam buku laporan pertanggunjawaban yang disusun panitia.
“Saya mewakili seluruh panitia pembangunan, menghaturkan ribuan terima kasih kepada donatur, Pemerintah Kota Singkawang, serta semua pihak yang terlibat langsung, dalam proses pembangunan Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi.
Semoga amal ibadah seluruh donatur, memperoleh limpahan rahmat pahala serta rejeki yang berlimpah, dari Tuhan Yang Maha Esa. Berkat dukungan dan kerjasama yang baik diantara kita, sehingga pembangunan Vihara Sak Ku Thai Bong, dapat terealisasi dengan baik, sebagaimana yang diharapkan,” ujar Lo Lie Ha.

Dia pun mengimbau kepada umat Buddha, Tao, dan Konghucu Kota Singkawang, khususnya di wilayah Jalan P. Natuna, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat untuk menggunakan dan menjaga fasilitas Vihara dengan sebaik-baiknya.
Ditempat yang sama, Ketua Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi, Andry Liu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Singkawang, seluruh panitia, para donatur, serta segenap umat, yang turut memberikan dukungan dalam proses pembangunan Vihara.

Ia berharap, dengan diresmikannya Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi, dapat dimanfaatkan untuk pembinaan mental dan spiritual umat beragama Kota Singkawang, serta sebagai sarana mempererat hubungan persaudaraan dan silaturahmi antar pemeluk agama.
“Hal yang terpenting dalam pembangunan Vihara Fab Shi Kiung ini, segenap umat beragama di Kota Singkawang, khususnya umat Buddha, dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran Buddha, serta sebagai sarana untuk memupuk rasa persaudaraan, kerukunan dan toleransi. Kegiatan keagamaan di suatu wilayah, merupakan sebuah proses yang dinamis, yang selalu bergerak dari waktu ke waktu seiring dengan
perkembangan zaman. Untuk itu, saya selaku Ketua Vihara, sangat menyambut baik, atas dukungan dan partisipasi semua pihak yang terlibat dalam membangun Vihara ini. Mari kita dukung keberadaan sarana kebaktian ini, dengan berbagai kegiatan positif, yang sesuai dengan peruntukannya,” kata Andry Liu.

Sementara itu, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan ucapan selamat atas selesainya pembangunan Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Singkawang mengucapkan selamat atas telah diselesaikannya pembangunan Vihara Fab Shi Kiung Bun Bu Fab Shi. Semoga dengan diresmikannya penggunaan Vihara ini, akan semakin menguatkan motivasi dan keimanan bagi penganut Buddha di tempat ini, untuk turut serta menjaga kerukunan, mendukung pembangunan melalui pembinaan mental spritual,” ujar Tjhai Chui Mie.
Disampaikan Tjhai Chui Mie, toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di Kota Singkawang, selama ini sudah berjalan dengan sangat baik. Untuk itu, sikap saling hormat menghormati dan saling menghargai antar umat beragama harus tetap dijaga, dipelihara, dan dikembangkan.

Toleransi antar umat beragama, menurut Tjhai Chui Mie harus tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan saling menghargai, saling menghormati, saling menolong, dan saling mengasihi satu sama lain.
Termasuk di dalamnya menghormati keyakinan dan keimanan orang lain dengan baik, sehingga tercipta suasana rukun dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
”Negara sudah menjamin kebebasan umat beragama, hanya kita harus saling menjaga etika dalam beragama. Jangan sampai saling merasa tersinggung antara satu dengan yang lain, jangan sampai saling memusuhi dan saling curiga. Mari kita jaga kehidupan beragama yang rukun, damai dan harmonis yang telah terjalin dengan sangat baik di Kota Singkawang ini,” kata Tjhai Chui Mie.
Dia meminta agar tokoh agama, dalam membina umat untuk lebih memperhatikan pembinaan moral dan sikap generasi muda.
“Peranan agama sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai luhur ajaran agama, jauh lebih penting karena, tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan didunia, tetapi juga di akhirat nantinya,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Dia menyarankan, generasi Buddhis di Kota Singkawang untuk lebih mendalami pemahaman ajaran agama, agar tidak kehilangan arah hidup dan kepribadian dalam dirinya. Dalam rangkaian peresmian Vihara Fab Shi Kiung, panitia juga menghadirkan artis penyanyi Kota Pontianak dan berbagai daerah lainnya di kalimantan Barat, serta hidangan makan bersama.
Ratusan umat dan tamu undangan berdatangan menghadiri acara peresmian. Sambutan ramah diberikan oleh segenap panitia dalam menyambut kehadiran umat dan tamu undangan.(Rio Dharmawan)