Usaha Google Diterima di China: Google akan Mendirikan Pusat Penelitian di China

0 84

BEIJING (Reuters) – Google Alphabet Inc mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya membuka pusat penelitian intelijen buatan (artificial intelligence / AI) di China untuk menargetkan bakat lokal negara tersebut, walaupun produk perusahaan pencari AS tetap diblokir di negara ini.

Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pusat penelitian adalah yang pertama dari jenisnya di Asia dan akan terdiri dari sebuah tim kecil yang beroperasi dari kantornya yang ada di Beijing.

Pembuat kebijakan China telah menyuarakan dukungan kuat untuk penelitian dan pengembangan AI di negara ini, namun telah menerapkan peraturan yang semakin ketat mengenai perusahaan asing pada tahun lalu, termasuk pembatasan sensor baru.

Mesin pencari Google dilarang di pasar China bersamaan dengan layanan penyimpanan app store, email dan cloud-nya. Regulator cyber China mengatakan bahwa pembatasan pada media asing dan platform internet dirancang untuk menghalangi pengaruh yang bertentangan dengan stabilitas dan gagasan sosialis.

Sementara pembatasan pengetatan cenderung menghambat masuk kembali ke pasar China untuk Google, perusahaan tersebut bahkan memusatkan perhatian untuk memaparkan produk AI-nya di China.

Tahun ini Google menggelar turnamen Go bekerjasama dengan pemerintah daerah di China timur, mengajukan AI-nya melawan juara dunia China Go Jie Ke. Acara tersebut dipublikasikan di luar negeri namun media lokal dibungkam.

Awal bulan ini CEO Google Sundar Pichai membuat sebuah penampilan di sebuah konferensi yang dijalankan oleh Administrasi Cyberspace China, cyberregator teratas negara tersebut, di mana dia menjauh dari masalah akses pasar untuk membahas potensi AI.

Google mengatakan bahwa pusat penelitian AI China yang baru akan bergabung dalam daftar pusat-pusat luar negeri yang serupa yang beroperasi di New York, Toronto, London dan Zurich.

Leave A Reply

Your email address will not be published.