Tiongkok Resmi Mengeluarkan Kurikulum Kecerdasan Buatan (AI) di Sekolah

0 441

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan jaman yang semakin maju juga menuntut para manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan kemajuan jaman. Di Tiongkok, dimana sebagian besar kota-kota besar disana sudah menggunakan teknologi maju yang memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakatnya, kini memiliki target baru untuk menjadi negara terdepan dalam kemajuan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tahun 2030.

Kecerdasan Buatan (AI) adalah simulasi dari kecerdasan manusia yang dimiliki oleh mesin, termasuk kemampuan untuk belajar, mencari penyebab sesuatu, memperbaiki diri sendiri. Kini, AI telah menjadi kekuatan bisnis setelah usaha di bidang robotik dan dunia virtual semakin diminati oleh pasar. Dari penelitian Gartner di bulan April kemarin, nilai bisnis global untuk AI diperkirakan akan menyentuh angka 3.9 triliun US Dollar di tahun 2022.

Untuk mengikuti arus perkembangan jaman ini, China resmi mempublikasikan buku pelajaran AI untuk siswa tingkat SMA. Tujuan pemerintah mengeluarkan kebijakan ini adalah untuk menyiapkan generasi muda yang lebih siap untuk masuk ke dunia AI global dibandingkan hanya bergantung pada lulusan universitas.

Buku yang akan ‘mencerdaskan’ manusia

Buku yang resmi dikeluarkan pada bulan April 2018 ini berjudul Fundamentals of Artificial Intelegence atau Dasar-dasar AI, yang diterbitkan enam bulan setelah Dewan Negara Tiongkok meminta agar pelajaran terkait AI mulai diberlakukan di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Salah satu penulis dari buku ini adalah Tang Xiaou, seorang profesor teknologi informasi di Chinese University of Hong Kong dan CEO dari SenseTime Group, startup AI yang maju di dunia. Buku ini berisi tentang sejarah AI dan pengaplikasiannya, seperti sistem keamanan publik dengan pengenalan wajah dan penyetiran tanpa awak.

Sekitar 40 SMA di seluruh Tiongkok, sebagian besari di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, telah bekerjasama dengan SenseTime untuk menerapkan kurikulum ini di sekolah mereka. Dan untuk kedepannya, SenseTime melaporkan kepada South China Morning Post (SCMP) untuk terus melanjutkan misi ini ke sekolah-sekolah lainnya di seluruh China.

Perkembangan AI di dunia

Secara umum, AI dapat dianggap sebagai memanusiakan mesin, dimana di masa depan, AI akan mampu menggantikan manusia untuk mengerjakan banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Salah satu penemuan AI yang fenomenal adalah robot pretama di dunia yang memiliki kewarganegaraan di Arab Saudi, yaitu Sophia. Dengan berbekal AI di dalam kepalanya, Sophia menjadi robot wanita pertama di dunia yang memiliki 50 ekspresi di wajahnya, kemampuan beradaptasi dengan manusia dan memproses segala informasi mirip dengan manusia.

Laporan terkini dari Tencent Research Institute menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi yang terdepan dalam kemajuan AI di seluruh dunia, dan akan sulit bagi China untuk bisa memenuhi kekurangan sumber daya manusia walaupun sudah berusaha untuk menjadikan isu ini sebagai prioritas di tahun 2017 lalu.  Dari laporan berita China Daily pada Desember 2017 lalu, permintaan terhadap tenaga profesional AI diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta dalam beberapa tahun ke depan.

AI di Indonesia

Di Indonesia, Binus  University dan perusahaan Nvidia telah mendirikan pusat pengembangan kecerdasan pertama di Indonesia yang diberi nama R&D Center untuk AI di tahun 2017.

Sedangkan di dunia bisnis e-commerce, AI bukanlah hal yang baru. Di tahun 2017, Detik.com mengatakan bahwa 87% perusahaan di Indonesia melirik teknologi AI. Hal ini muncul karena AI dipercaya akan merevolusi cara perusahaan untuk memperoleh informasi dan memberikan informasi kepada pelanggan. Chatbot, update produk terkini, analisis kenaikan dan penurunan harga adalah beberapa dari banyak fitur AI yang diharapkan akan bisa ada di perusahaan di waktu mendatang.

Pada akhirnya AI memang dibutuhkan tapi tanpa didukung sumber daya yang memadai, maka mustahil bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan dunia di masa depan. Perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah untuk meningkatkan kesadaran pelajaran komputer dimulai dari sekolah dan universitas, pembiayaan riset di bidang AI, dan mengirimkan para ahli untuk bisa belajar lebih banyak di luar negeri dan mengabdi di Indonesia nantinya.

Bagaimana menurutmu?

Leave A Reply

Your email address will not be published.