Tiongkok Memasang Misil Kapal di Laut Cina Selatan: Tiongkok Penguasa Laut Cina Selatan?
Senjata Juga Telah Dipasang di Spratly Islands
Tiongkok telah berencana untuk memasang anti misil kapal dan sistem misil daratan ke udara di 3 pulau yang diklaim sebagai bagian dari wilayahnya di Laut Cina Selatan yang kepemilikannya masih dalam perdebatan.
Jika pemasangan ini resmi dilakukan, maka akan menjadi misil pertama milik Tiongkok yang akan dipasang di laut yang masih dalam sengeketa melawan klaim lainnya dari Taiwan, Vietnam, dan Filipina.

Dari infromasi yang didapatkan dari Badan Intelijen Amerika, misil dari Tiongkok telah dipindahkan di 3 lokasi berbeda selama 30 hari ini.
Namun terkait hal ini menteri pertahanan AS yang menolak klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan dan Menteri Pertahanan Tiongkok keduanya menolak berkomentar.
Pemerintah Beijing tidak merespon mengenai misil yang dipasang di Laut Cina Selata. Namun mereka mengklaim bahwa semua peralatan militer yang dibangun di sana dalah untuk pertahanan semata, untuk melindungi teritorialnya di sana.
Greg Poling, pengamat Laut Cina Selatan du Washington mengatakan pada South China Morning Post bahwa langkah dari Tiongkok ini akan menimbulkan hal signifikan di Laut Cina Selatan, mengingat misil itu akan menjadi misil pertama di laut sengketa tersebut.
Selain itu, ia juga menambahkan, instalasi misil ini akan menjadi langkah besar dari Tiongkok untuk mendominasi Laut Cina Selatan yang menjadi jalur kunci dalam perdagangan internasional.
Dengan adanya pemasangan misil ini , maka setiap aktivitas apapun yang terjangkau oleh radar misil milik Tiongkok ini, dan ini akan memberikan dampak yang signifikan kepada negara-negara di sekitarnya.
CNBC mengungkapkan bahwa anti-misil kapal YJ-12B memberikan Tiongkok untuk bisa menyerang sejauh 295 nautical miles. Sedangkan kapal HQ-9B bisa menyerang pesawat, drone, hingga kapal perang lainnya sejauh 160 nautical miles.