Terpilih Sebagai Presiden UCLG ASPAC Tri Rismaharini Turut Bagikan Sembako Peringati King Hoo Ping di Makin Boen Bio

0 138

Makin Boen Bio yang berusia 135 tahun menjadi salah satu tempat ibadah cagar budaya di Surabaya dan menjadi kunjungan peserta United Cities and Local Government Asia Pasific (UCLG ASPAC) pada 15 September kemarin. UCLG ASPAC diselenggarakan mulai 13 hingga 15 September kemarin, diikuti 1.200 peserta dari 40 negara dan secara aklamasi memilih Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Presiden UCLG ASPAC menggantikan Won Hee Ryonh.

Sehari setelah terpilih sebagai Presiden UCLG ASPAC 2018 – 2020, Tri Rismaharini pun tetap bekerja seperti biasa melayani seluruh warga kota. Tri Rismaharini menghadiri peringatan sembahyang rebutan yang diselenggarakan pengurus Makin Boen Bio, dilanjutkan dengan pembagian 4000 sembako berupa beras, garam, minyak goreng dan mie. Paket senilai 65 Ribu Rupiah tersebut dibagikan kepada warga tak mampu di sekitar Makin Boen Bio.

Pembagiansembako juga dihadiri para donatur, pengurus dan penganut Konghuchu. Ketua pengurus Makin Boen Bio, Handoko Tjokro menceritakan pembagian sembako dimulai sejak tahun 1993 dan kala itu hanya dibagikan 100 paket. Pembagian sembako terus berlangsung hingga kini mencapai 4000 paket sembako untuk kaum dhuafa.

“Persiapan dilakukan panitia selama 10 hari dan kami mengucapkan terimakasih kepada semua pengurus, panitia, donatur dan aparat pemerintah yang telah mengamankan pelaksanaan pembagian sembako,” tutur Handoko yang tak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada alm. Gus Dur yang telah membuka kran budaya Tionghoa hadir di tengah masyarakat. Gus Dur sosok yang tak pernah dilupakan masyarakat Tionghoa dan pengurus Makin Boen Bio.

Masih penjelasan Handoko bahwa dalam sembahyang rebutan mendoakan arwah yang tidak disembahyangi. Selanjutnya dilakukan pembagian sembako. Pada kesempatan tersebut, Handoko menghimbau para donatur bahu membahu mewujudkan tempat ibadah yang dibangun Boen Bio di kawasan Surabaya Barat di komplek tempat ibadah 6 agama yang kini masih berlangsung.

Rudi selaku ketua panitia juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus dan donatur yang telah memberikan sumbangan dana walau keadaan ekonomi kurang baik. Namun para pengusaha tetap bersedia mengulurkan dananya sehingga pembagian sembako bisa terlaksana.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan rasa terimakasih kepada para pengurus dan donatur yang memiliki rasa peduli kepada warga tidak mampu di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini. “Saya menghormati Kelenteng Boen Bio dan umat Konghuchu yang rutin menggelar baksos untuk warga tidak mampu. Marilah bergandeng tangan, tidak putus asa, terus bekerja dan saling membantu kepada saudara kita yang berkesusahan,”pinta Risma.

Tidak mungkin bisa bekerja bila kondisi tidak kondusif, tidak perlu berbicara perbedaan untuk membangun Surabaya dan Indonesia agar lebih baik, saling membantu bergotong royong demi menciptakan kota yang aman, ujar Risma. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.