The news is by your side.

Seribu Pelaku Ekonomi Kreatif Antusias Hadiri Bekraf Developer Day 2018 Surabaya Songsong Era Digital

56

Surabaya dianggap sebagai Kota Digital atau Smart City karena pelayanan publik menggunakan sistem online melalui aplikasi dan web. Selain itu iklim industri digital ditandai dengan bermunculan produk start up unggulan dan menjamurnya co-working space dan komunitas digital, banyak dijumpai di Surabaya.

Oleh sebab itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Infrastruktur menjadikan Surabaya sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Bekraf Developer Day (BDD) dalam tiga tahun terakhir. BDD 2018 digelar di Hotel JW Marriot Surabaya diikuti seribu peserta terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, akademisi, pelaku industri dan startup ekonomi (1/7).

“Startup adalah paradigma baru bagi para pengusaha muda yang dipaksa masuk, menduduki posisi tinggi seperti manager, founder bahkan CEO. Padahal jaman dahulu jabatan itu dilalui berpuluh tahun. Namun kini, anak muda bisa menawarkan produknya yang teruji. Mereka pun langsung sebagai pemilik, manager bahkan CEO-nya,” jelas Ricky Joseph Pesik Wakil Kepala Bekraf.

Ricky menjelaskan developer digital  di tanah air masih devisit dibanding developer properti yang surplus. Padahal developer digital sangat dibutuhkan untuk menghadapi era digital dalam persaingan global. Enam deputi Bekraf membangun ekosistem digital dari hulu hingga hilir.

“Profesi developer digital sangat menjanjikan dan dibutuhkan saat ini. Karena setiap harinya semua orang tidak lepas dari digital, mulai dari mengirim berita baik kepada teman handai taulan, melihat film, mendesain busana, menjual produk dan sebagainya,” imbuhnya.

Di Surabaya tercatat 654 developer yang terpilih dalam pelaksanaan BDD dan mengikuti bimbingan online melalui Platform Decoding Academy. Peserta BDD yang terpilih akan mendapat bea siswa sebagai upaya pemerintah memunculkan produsen baru di sektor game dan aplikasi yang berkualitas sehingga mampu berperan menggerakkan perekonomian nasional melalui ekonomi kreatif digital.

Nilai industri game tanah air menembus angka 800 Juta USD atau 11 Triliun Rupiah pada 2017 dan diperkirakan akan terus meningkat sebanyak 25% pada 2018.

BDD di Surabaya digelar ketiga kalinya pada 2018 sebelumnya di Jayapura dan Batam. Salah satu pembicara adalah Andi Taru CEO Educa Studio yang melahirkan 200 lebih game dengan total unduhan mencapai 20 juta kali.

“BDD sangat penting untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi antar developer, sehingga akselerasi pengembangan ekonomi kreatif digital Surabaya bisa terwujud. Kawula muda Surabaya dapat berpartisipasi mengembangkan idenya dalam wujud kreasi digital yang memiliki value sehingga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Andi yang jugamenjabat sebagai Deputi Edukasi Asosiasi Game Indonesia.

Steven CEO Game Find Mobile saat jumpa pers mengeluhkan sulitnya mencari talent yang menjadi kendala utama bisnisnya. Steven mengakui even BDD sangat tepat untuk mencari talent baru dalam bidang digital. Kevin Kurniawan dari Decoding Elite memiliki member mencapai 102 ribu orang tersebar di tanah air. Decoding membantu para startup muda yang butuh wadah, ide kratif, dan akses. Decoding aktif menyelenggarakan berbagai lomba untuk menumbuhkan start up unggulan. “BDD diharapkan memunculkan talenta dengan skill dan pengetahuan baru di Surabaya,” ujar Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.