Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sedih dengan hilangnya nyawa, cedera dan kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi di pulau Lombok di Indonesia, kata wakil juru bicara PBB, Senin.
Dalam sebuah pernyataan melalui Farhan Haq, juru bicara, Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah dan orang-orang Indonesia, dan berharap yang terluka cepat pulih.
Dia juga mengatakan PBB siap untuk mendukung upaya penyelamatan dan bantuan yang berkelanjutan jika diperlukan.
Gempa berkekuatan 7,0 SR melanda Minggu dengan pusat gempa sekitar 18 km barat laut kabupaten Lombok Timur dan 15 km di bawah bumi, dan telah menewaskan hampir 100 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Gempa bumi juga terasa kuat di Pulau Bali di dekatnya, tujuan wisata terkenal, dan provinsi Jawa Timur, menurut badan meteorologi dan geofisika negara itu.
Gempa hari Minggu memperburuk risiko penurunan gempa kuat lainnya yang diukur pada skala 6,4, yang melanda pulau itu pada 29 Juli dan menewaskan 17 orang dan lebih dari 350 lainnya terluka.
Indonesia rentan terhadap gempa karena terletak di daerah-daerah yang rentan terkena gempa yang disebut Cincin Api Pasifik.