Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik.

“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” kata Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat.

Rosan mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.

Ia menjelaskan konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan investasi menjadi kontributor terbesar kedua.

“Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita datang dari konsumsi domestik yang kuat. Yang kedua datang dari investasi,” ujar dia.

Rosan mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen sehingga membutuhkan peningkatan realisasi investasi secara signifikan.

Menurut dia, target investasi Indonesia pada 2026 ditetapkan sebesar 123,7 miliar dolar AS untuk menopang pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ia menjelaskan realisasi investasi Indonesia selama periode 2014-2024 mencapai sekitar 552,6 miliar dolar AS, sementara untuk lima tahun ke depan pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai sekitar 789,9 miliar dolar AS.

Rosan mengatakan target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional.

“Untuk lima tahun ke depan, angkanya adalah 789,9 miliar dolar AS. Itulah angka yang harus kita capai untuk mencapai pertumbuhan 8 persen itu. Ini bisa dicapai jika kita semua bekerja bersama, melakukan kolaborasi, melakukan sinergi,” ujar dia.

Ia menambahkan realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 30,2 miliar dolar AS dan menciptakan sekitar 706.659 lapangan kerja.

Menurut dia, Singapura masih menjadi investor asing langsung terbesar Indonesia, diikuti Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.

Rosan juga menyebutkan bahwa sekitar 30 persen kontribusi investasi nasional saat ini berasal dari program hilirisasi, terutama sektor mineral dan energi.

Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor lain, termasuk kehutanan, minyak dan gas, perikanan, kelautan, dan komoditas pertanian.

Ia mencontohkan Indonesia yang memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia sehingga berpeluang besar meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi industri mineral.

“Mengapa kita melakukan hilirisasi di nikel? 42 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia dan jika melihat bauksit, tembaga, kita nomor dua cadangan dunia,” katanya.

Menurut Rosan, hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan ekspor komoditas, tetapi juga memperkuat nilai tambah industri nasional dan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

(Antara)