Jakarta – Indonesia mendorong kelanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan perdamaian dan mengakhiri permusuhan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan negosiasi tersebut merupakan awal yang baik dan harus dilanjutkan, meskipun Indonesia menyesalkan belum tercapai kesepakatan dalam perundingan di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.
“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua pihak. Namun demikian, Indonesia memandang perundingan tersebut merupakan langkah awal yang tepat dan sangat penting, sehingga harus dilanjutkan,” kata Yvonne di Jakarta, Kamis
Indonesia juga senantiasa mendesak semua pihak yang terlibat untuk terus menahan diri demi mencegah meluasnya dampak konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia, tutur Yvonne.
Dia menambahkan bahwa Indonesia senantiasa mendorong semua pihak agar mengedepankan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik.
Dalam upaya tersebut, Indonesia menyerukan agar senantiasa menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Indonesia juga menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu konflik ini,” ujar Yvonne.
Adapun Amerika Serikat dan Iran telah melakukan negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, pada Minggu pagi (12/4), Wakil Presiden AS J. D. Vance, selaku ketua delegasi AS, menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS kembali tanpa hasil.
Kemudian, Trump pun mulai memblokade Selat Hormuz dan meminta Angkatan Laut AS mengejar dan mencegat kapal-kapal yang membayar untuk melewati selat tersebut.
Trump juga mengatakan bahwa putaran berikutnya negosiasi antara Washington dan Teheran dapat berlangsung lagi di Pakistan dalam waktu dekat.
(Antara)