Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Pusat menggelar Imlek bersama pada Minggu, 25/02 di Toko Merah yang terletak di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta Barat. Toko Merah merupakan sejarah budaya Tionghoa di Indonesia pada zaman Kolonial Belanda pada tahun 1730 yang merupakan toko milik seorang Tionghoa bernama Oey Liauw Kong sehingga Ketua Panitia Imlek, Bapak Johnnie Sugiarto memilih lokasi ini untuk diselenggarakannya Imlek bersama 2018 PSMTI Pusat.
Acara dimulai dengan ritual sembahyang bersama, acara Imlek bersama ini dihadiri lebih dari 300 undangan yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat tionghoa, perwakilan marga-marga dan organisasi Tionghoa lainnya, dan para pengurus serta anggota PSMTI, juga beberapa perwakilan dari PSMTI Daerah. David Herman Jaya, Ketua Umum PSMTI yang baru terpilih kembali dalam MUNAS PSMTI Desember lalu menyambut kedatangan para tamu undangan yang hadir dengan memberikan salam Gong Xi. Acara dihadiri oleh Daniel Johan, anggota DPR RI, Haripinto, anggota DPD RI, Pui Sudarto, Ketua Yayasan Bumi Khatulistiwa, Teddy Sugiarto, Ketua Umum INTI, Para Dewan Pengurus PSMTI, Drs. Hartono, Didi Dawis, Murdaya Poo, Ernawati Sugondoh, dan lainnya Christian Chandra, Ketua PSMTI Lampung, Wilianto Tanta , Ketua PSMTI Sulawesi Selatan , Dewi Susilo Budiharjo, Ketua PSMTI Jawa Tengah, Hendra Waskita, Ketua PSMTI Bali.
Acara dibuka dengan atraksi barongsai dan dilanjutkan dengan Doa bersama oleh Romo kemudian laporan ketua panitia Imlek, Johnnie Sugiarto atas pelaksaan Imlek yang spesial di bangunan bersejarah, Toko Merah. Kemudian sambutan oleh Ketua Umum PSMTI, David Herman Jaya yang bersyukur atas kebebasan perayaan Imlek yang diberikan pemerintah Republik Indonesia melalui Jasa Gus Dur yang sekarang sudah menjadi tradisi di Indonesia , beliau menjelaskan mengenai kata IMLEK yang berasal dari kata Yin Li yang berarti “penanggalan bulan” atau kalender lunar, yang juga dikenal dengan Nung Lie yang berarti perayaan menyambut musim semi yang disebut Chun Jie. Jadi Imlek bukan merupakan perayaan agama melainkan pesta rakyat atas datangnya musim semi serta menjadi sarana silahturahmi dengan keluarga dan kerabat. Sehingga Imlek adalah Hari Raya Budaya Masyarakat Tionghoa yang ini harus diberikan pemahaman kepada generasi muda tionghoa untuk dilanjutkan maknanya.
Davida Herman Jaya berharao dengan perayaan imlek ini makin mempererat hubungan antar pengurus PSMTI, Marga-marga, Organisasi lain serta dengan pengurus PSMTI Daerah lainnya sehingga kedepan PSMTI lebih dapat memantapkan langkah dalan melaksanakan program kerja yang sudah disusun untuk kemajuan Negara Indonesia pada umunnya dan masyarakat tionghoa pada khususnya.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Dewan Pengurus Didi Dawis, Murdaya Poo, Drs. Hartono. Daniel Johan, anggota DPR RI juga memberikan sambutan dilanjutkan dengan Ketua Yayasan Bumi Khatuklistiwa, Pui Sudarto memberikan selamat imlek dan Ketua Umum INTI, Teddy Sugiarto turut hadir dan memberikan sambutan agar INTI dan PSMTI semakin selaras dan bersama-sama bersatu Tionghoa Indonesia untuk membangun Indonesia tercinta.
Acara dilanjutkan dengan pantun oleh Gunardi Sindhuwinata dan pembagian angpao oleh Chai Shen Ye (Dewa Rejeki) kepada para tamu undangan yang hadir. Dan juga mengadakan pegadukan Yu Sheng bersama-sama dengan para tamu undangan. Acara ditutup dengan ramah tamah bersama dan foto bersama. (sjinphen)





















