Presiden Jokowi meresmikan ‘Wind Garden’ di Sidrap, Senin (2/7) kemarin. China rupanya juga memiliki pembangkit listrik serupa, bahkan pertama sejak 2009.
Keindahan perbukitan Watang Pulu di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan adalah saksi bisu, ketika Presiden Jokowi meresmikan Generator ‘Taman Kincir Angin’ alias Generator Turbin Angin (WTG) yang menghasilkan daya 75 MW pada Senin (2/7) kemarin.
Sebenarnya, pembangkit listrik tenaga angin ini bukanlah hal baru. Di Asia, Cina adalah pelopor. China telah membuat ladang pembangkit tenaga listrik anginnya sejak 2009.
Di China, taman kincir angin ini menjadi mega proyek nasional yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 bisa memproduksi tenaga listrik sebesar 20.000 MW, hingga akhirnya menjadikan China sebagai pemilik pembangkit listrik tenaga angin terbesar di dunia.

Pembangunan di daerah ini masih terus dilanjutkan oleh pemerintah dengan menggunakan jasa pengembang lokal untuk pengerjaannya. Dan ternyata, lokasi kincir angin ini juga diminati oleh warga untuk dijadikan tempat wisata, karena keunikan pemandangan di sana.
Ada lebih dari 200 kincir angin raksasa yang sudah dibangun hingga saat ini. Pabrik besar ini membentang 30 kilometer persegi. Rodanya berwarna sama, putih.
Ketinggian kincir angin ini sekitar 40 meter, dengan diameter pabrik mencapai 50 meter. Setiap kincir angin menghasilkan 750 kilowatt listrik.
‘Kebun angin’ di Cina ini berdiri di atas Gurun Gobi. Dengan digerakkan untuk memanfaatkan angin gurun yang berhembus cukup kencang. Kecepatan rata-rata angin bertiup di padang pasir ini mencapai 8,3 meter per detik.
Selain itu, lebih unik lagi, China juga memiliki banyak lokasi pembangunan kincir angin yang di atas laut, dengan di daerah Rudong, China adalah yang terbesar hingga hari ini. Mungkin kalau yang ini lumayan sulit untuk dijadikan tempat wisata, karena kita tidak bisa berfoto di depannya dengan mudah. Tapi ini menunjukkan seberapa maju teknologi China hingga mampu membangun tenaga listrik di atas air!

Meskipun Cina sudah punya, tetapi Indonesia mulai mengejar dan akhirnya memiliki ‘Taman Kincir Angin’ yang serupa pada 2018, 9 tahun lebih lama dari China.

Presiden Jokowi juga menyebutkan jika keindahan perbukitan Watang Pulu dan kincir angin raksasa PLTB Sidrap adalah potensi wisata.
Nah, jika Anda dapat mengadu potensi pariwisata, rasanya tentu pemandangan di Watang Pulu yang dikelilingi oleh perbukitan hijau akan lebih unggul dibandingkan dengan ‘Wind Farm’ di Gurun Gobi yang kering dan cokelat sejauh mata memandang.