Bertempat di RS. Bhayangkara H.S. Samsoeri Martojoso digelar bakti kesehatan dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-72 Tahun 2018 yang diselenggarakan Polda Jatim bekerjasama dengan Yayasan Sosial Abdihusada Utama, RS. Bhayangkara, RSUD Dr. Soetomo, PERDAMI Jatim dan Java Clinic. (3/7)
Kapolda Jatim Machfud Arifin menjelaskan pelaksanaan bakti kesehatan diantusiasi warga terbukti jumlah peserta pendaftar untuk operasi katarak mencapai 600 orang, namun yang lolos pemeriksaan hingga dioperasi hanya 210 orang. Sedangkan donor darah diikuti 200 orang dan khitanan diikuti 100 anak.
Saat membuka acara, Machfud Arifin mengungkapkan keadaan RS. Bhayangkara yang dibangun pada 1986 dengan kondisi masih seadanya. Pria kelahiran Surabaya lantas bercita-cita ingin membangunnya dan kini telah kesampaian.
“Saat ini tengah dibangun ruang rawat inap dan IGD yang nantinya mampu menampung 800 pasien. Tolok ukur keberhasilan sebuah rumah sakit bila masyarakat berobat kemari termasuk melihat bangunannya,” jelas Polda Jatim yang mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat dan bantuan dari Pemprov Jatim.
Ketua Yayasan Sosial Abdihusada Utama Soeharsa Muliabarata mengatakan dalam dua tahun terakhir telah mengoperasi lebih dari 1000 pasien penderita katarak.
“Yayasan tidak membatasi jumlah pasien katarak yang menghendaki operasi. Mereka bisa datang langsung ke kantor yayasan untuk mendaftarkan diri setiap hari. Setelah jumlah pasien mencapai 50 orang akan langsung diadakan pemeriksaan mata selanjutnya mengikuti operasi bagi yang lolos. Operasi katarak gratis hanya khusus untuk pasien tidak mampu,” jelas Soeharsa panjang lebar.
Sutatno Sudarga salah satu Dewan Pendiri Yayasan Sosial Abdihusada Utama menceritakan dirinya mendukung kegiatan mulia sejak 6 tahun lalu yayasan didirikan. “Banyak warga tidak mampu yang membutuhkan uluran tangan. Bahkan banyak pula yang menderita kebutaan akibat katarak namun hanya diam, karena tidak memiliki biaya operasi. Saya berusaha membantu semampunya,” tutur Sutatno Sudarga pemiliki Platinum Ceramics.
Dua pasien katarak asal Tuban, Kemijah yang datang bersama Sumari mengaku sangat terbantu. Sumari yang sehari-hari bekerja sebagai petani, sejak 10 tahun terakhir menderita buta pada kedua matanya karena katarak. Saat ini, perempuan berusia 60 tahun itu masih menjalani operasi katarak, satu matanya. Demikian pula Kemijah yang tertatih tatih berjalan dituntun anaknya, karena tidak bisa melihat akibat katarak.
Di sela pelaksanaan bakti kesehatan, Kapolda Jatim bersama para pengusaha termasuk Alim Markus melihat pembangunan gedung rumah sakit. Alim Markus pun berjanji memberikan bantuan demikian pula Sutatno Sudarga juga terpanggil memberikan bantuan. Hadir dalam acara tersebut Indah Kurnia anggota DPR RI Komisi XI yang mendukung sepenuhkan kegiatan bakti kesehatan. (Avr)

