Pesona Keindahan Maha Vihara Maitreya

0 13

InhuaOnline, Pontianak – Maha Vihara Maitreya terletak di Jalan Ahmad Yani 2 (Arteri Supadio), Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Vihara ini dibangun pada tahun
2.000 dan peresmiannya dilaksanakan pada tahun 2013. Acara peresmian berlangsung sangat meriah, dihadiri lebih dari 5.000 umat Budha Maitreya dari berbagai daerah se-Indonesia, termasuk umat Maitreya dari Taiwan dan beberapa tamu luar negeri lainnya.

Maha Vihara Maitreya ini menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan. Walaupun pada dasarnya bangunan Vihara ini merupakan tempat suci umat Buddha Maitreya, namun umat agama lain juga diperbolehkan untuk berkunjung.

Tempat ibadah ini diberi nama sesuai dengan nama Buddha Maitreya yang mengajarkan tentang cinta kasih semesta. Ciri khas yang ditampilkan Maha Vihara Maitreya adalah pratima Buddha Maitreya raksasa yang selalu memberikan senyuman bahagia, dan ramah, melambangkan cinta kasih universal bagi semua makhluk.

Selain pratima Buddha Maitreya, juga terdapat pratima Bodhisatva Satya Kalama (Kwan Kong), Buddha Amitabha, dan Bodhisatva Avalokitesvara (Kwan Yin Phu Sa).

Di vihara ini, pengunjung juga akan menemukan restoran dan kafe yang menyajikan variasi makanan vegatarian. Keberadaan Maha Vihara Maitreya ini merupakan wadah untuk mengembangkan persaudaraan, kerukunan, keharmonisan antar umat beragama, dengan misi sucinya mewujudkan Dunia Satu Keluarga.

Pada waktu-waktu tertentu, Maha Vihara Maitreya ini menjadi tempat digelarnya festival dan berbagai acara kesenian dan budaya khas Maitreya, yang dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Sebagai pusat kesenian, Vihara ini juga memiliki kalender event tersendiri,
seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh, perayaan Trisuci Waisak, dan hari besar Buddhisme Maitreya.

Maha Vihara Maitreya setiap hari melaksanakan puja bakti 3 kali, yakni pukul 06.00 pagi, pukul 12.00 siang, dan pukul 18.00 sore. Bagi pengunjung yang datang di Maha Vihara Maitreya, diwajibkan senantiasa menjaga kebersihan, kesopanan, dan etika moral.

Selalu jaga ketenangan, terutama ketika kegiatan ibadah sedang berlangsung. Jangan mengotori atau membuang sampah sembarangan.(Rio Dharmawan)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.