Peringatan HUT Kuan Yin Phu Sa Mencapai Kesempurnaan Berlangsung Khidmat

0 5

InhuaOnline, Singkawang – Peringatan Hari Ulang Tahun Kuan Yin Phu Sa mencapai kesempurnaan yang diselenggarakan di Vihara Budi Dharma, Jalan GM. Situt, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Minggu (24/10/2021) berlangsung dengan tertib, dan
khidmat.

Kemeriahan perayaan terlihat saat ratusan umat Buddha, Tao, dan Konghucu melaksanakan ritual sembahyang, sembari memanjatkan doa dan memuliakan nama Kuan Shi Yin Phu Sa.

Sejak fajar menyingsing, kesibukan mulai terlihat di Vihara yang menghadap ke arah Pantai Laut China Selatan itu. Sejumlah panitia memulai kegiatan dengan memanjatkan doa dan meminta berkah keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan yang cerah.

Mereka mempersiapkan ritual kebaktian dengan mempersembahkan sesajian berupa kue dan buah-buahan, menyalakan lilin dan dupa serta membakar kertas sembahyang.

Lim Hok Nen selaku Ketua Vihara Budi Dharma dan panitia perayaan HUT Kuan Shi Yin Phu Sa, dikonfirmasi Harian InHua memaparkan, ritual penghormatan kepada Dewi Kwan Im telah dilaksanakan sehari sebelumnya, dengan pelaksanaan sembahyang dan pemanjatan doa bersama.

“Prosesi sembahyang memperingati Hari Ulang Tahun Nan Hai Kuan Shi Yin Phu Sa, sudah dilaksanakan kemarin sore. acara perayaan yang kita selenggarakan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” ujar Lim Hok Nen.

Ia mengatakan, perayaan HUT Kuan Yin Phu Sa mencapai kesempurnaan merupakan momentum yang tepat untuk mempererat dan meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan, demi terciptanya kehidupan yang rukun dan harmonis, antar umat beragama di Kota Singkawang dan sekitarnya dengan menjalankan peran serta fungsi masing-masing.

“Saya menghaturkan ribuan terima kasih kepada sesama rekan panitia, para donator, serta seluruh umat yang telah meluangkan waktu untuk hadir melaksanakan kebaktian, memberikan penghormatan kepada Dewi Kwan Im. Melalui momentum Perayaan HUT Dewi Kwan Im Mencapai Parinibbana, di bulan 9 tanggal 19 penanggalan kalender Imlek ini. Saya juga melihat, bahwa peran dan dukungan masyarakat Tionghoa, khususnya umat Buddha, Tao dan juga Konghucu, memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung Kota
Singkawang yang aman, damai, dan kondusif. Ini patut untuk kita berikan apresiasi,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah kehidupan masyarakat yang heterogen.

Menurut Tjhai Chui Mie, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dikatakannya, guna terciptanya kehidupan yang aman, damai dan tentram maka semua umat beragama harus saling menghormatai, saling menghargai dan terus memupuk rasa kebersamaan, solidaritas dan sinergitas.

”Singkawang selama ini masih sangat kondusif. Situasi yang aman dan kondusif ini bisa terjadi, karena adanya rasa kebersamaan dan toleransi yang tinggi diantara kita. Saya berharap, kondisi yang sudah kondusif ini dapat terus dipertahankan, bukan hanya pada moment perayaan keagamaan Buddha, Tao, dan Konghucu, tetapi juga pada moment perayaan hari besar agama lainnya,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia mengatakan, Kota Singkawang yang dihuni lebih dari 270 ribu jiwa dengan latar agama, adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda sangat penting untuk menjaga sikap saling menghormati, saling menghargai dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebersamaan dan keharmonisan itu sangatlah penting. Kita boleh berbeda pandangan maupun pendapat, tetapi semangat kebersamaan dan keharmonisan tetap harus kita utamakan. Dengan kebersamaan dan keharmonisan, akan tercipta kerukunan, kedamaian dan ketentraman di tengah-tengah masyarakat yang plural,” ungkapnya.

Kebersamaan dan keharmonisan, menurutnya akan menjadi modal dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Kita patut berbangga dan bersyukur dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan yang dibangun dalam acara peringatan HUT Kuan Yin Phu Sa mencapai kesempurnaan di Vihara Budi Dharma ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa, Kota Singkawang yang multi etnis adalah miniatur Indonesia, dimana didalamnya terdapat keberagaman agama dan keyakinan, adat istiadat, bahasa dan budaya.

Maka dari itu, tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali kita membangun kebersamaan, saling hormat-menghormati, serta saling menghargai dan selalu menjaga agar Singkawang tetap berada dalam kondisi yang aman, kondusif serta nyaman baik untuk masyarakat Singkawang, maupun tamu dari luar,” harapnya. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.