Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 Akan Lebih Baik

0 441

Singkawang (Harian InHua) – Pelaksanaan perayaan Tahun Baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang dipastikan akan digelar lebih baik dan lebih berkualitas, dibandingkan dengan tahun 2016, dan pemusatan tempat pelaksanaan event akbar tersebut akan dilaksanakan di stadion Kridasana.

Demikian disampaikan Ketua pelaksana perayaan Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang, Leonardi Tjhai, saat dikonfirmasi Harian InHua di rumah kediamannya, (6/12).

Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang, tidak hanya menjadi milik masyarakat Tionghoa semata, tetapi siapapun mempunyai hak untuk ikut meramaikan, terlebih Kota Singkawang sudah lama dikenal sebagai daerah tujuan utama kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dan telah mendapat penghargaan Wonderful of The World.

“Malam pembukaan pentas seni budaya, akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2018, bertempat di lapangan Kridasana. Lokasi ini kita nilai sangat baik dan strategis, mengingat setiap tahun penyelenggaraan pentas seni di stadion Kridasana, selalu berlangsung sukses dan meriah, dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan, hingga hari penutupan. Kita targetkan, penyelenggaraan untuk tahun ini, harus lebih berkualitas, secara keseluruhan,” tukasnya.

Terkait kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua Panitia perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2018, Tjhai Leonardi menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Dirinya mengatakan akan mengembankan amanah tersebut semampu dirinya.

Walikota Singkawang terpilih, Tjhai Chui Mie menuturkan, dirinya menyambut baik dan mendukung penuh, Tjhai Leonardi sebagai Ketua Panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, selain karena dinilai sebagai sosok yang dapat diterima semua golongan, juga memiliki pengalaman mengelola organisasi, administrasi, manajemen dan memiliki kemampuan dalam hal keuangan.

Disampaikan Tjhai Chui Mie, kesuksesan festival Imlek dan Cap Go Meh, merupakan pencerminan dari kondisi masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan. Jika acara sukses dan meriah, maka yang berbangga, bukan hanya Pemkot dan Panitia, tetapi merupakan kebanggaan seluruh masyarakat.

“Kita juga optimis, festival Imlek dan cap Go Meh 2018, akan terlaksana lebih baik dari tahun lalu,” ujar Tjhai Chui Mie.
Tjhai Chui Mie menambahkan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang merupakan event terbesar di Indonesia, yang memiliki keunikan yang sulit ditemui di daerah lain, bahkan di negeri Tiongkok sekalipun.

“Khusus Cap Go Meh di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan pawai karnaval Tatung, Naga dan Barongsai serta pagelaran multi etnis yang diikuti seluruh paguyuban. Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian warisan budaya di Singkawang tapi juga simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis,” ujar Tjhai Chui Mie.

Dengan dilaksanakannya multi event tersebut, membawakan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat, terutama para pelaku usaha seperti ke pengelola hotel, restoran, rumah makan, pengelola obyek wisata.
“Cap Go Meh ini merupakan event yang sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari UNESCO,” tukas Tjhai Chui Mie.

Untuk menyukseskan kegiatan itu, Pemkot Singkawang, harus memberikan dukungan dengan berupaya memberikan fasilitas dan regulasi.
Tjhai Chui Mie mengajak semua komponen masyarakat, termasuk para pengelola hotel, restoran, rumah makan dan pengelola obyek wisata untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksananaan event Cap Go Meh. Dukungan dari pelaku usaha khususnya di bidang pariwisata bisa dilakukan dengan memasang edaran yang dikeluarkan dari Kementerian Pariwisata. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.