Pengusaha Muda Surabaya Isi Liburan Sekolah Ajak 500 Anak Jalanan Dan Panti Asuhan Mendengarkan Cerita
Liburan sekolah yang panjang bagi anak-anak yang memiliki keluarga lengkap sangatlah menyenangkan, bagaimana dengan mereka penghuni panti asuhan apalagi anak-anak jalanan. Dua orang muda Surabaya, Abraham Sridjaja dan Cindy Ozzie mengundang 500 anak jalanan dan penghuni panti asuhan di Surabaya untuk datang merayakan kebahagiaan dengan mendengarkan dongeng Kak Harris dan Ayis serta bermain game.
Acara dimulai pukul sepuluh pagi (9/7), anak-anak berkumpul Victoria Ballroom Gedung Srijaya, kemudian bermain game bersama. Kak Harris sang pendongeng menyapa anak-anak bersama boneka kesayangan bernama Ayis. Anak-anak pun dibuat tertawa dengan kisah lucu yang dibawakan Harris dan Ayis.
Abraham Sridjaja mengatakan dirinya rutin menggelar santunan untuk kaum dhuafa, seperti pada bulan Ramadhan dengan mengadakan buka puasa bersama, dan kali ini mengundang anak-anak untuk bermain, makan siang dan santunan.
“Tujuan acara ini untuk membahagiakan anak-anak dengan suasana baru sekaligus memotivasi mereka untuk terus rajin belajar,” jelas Abraham Sridjaja putra pemilik Gedung Srijaya yang sedang merayakan ulang tahun.
Abraham Sridjaja berprofesi sebagai advokat adalah salah satu anggota Generasi Muda Peduli yang diketuai Cindy Ozzie. Generasi Muda Peduli sebuah organisasi yang anggotanya adalah orang muda berbagai profesi baik pengusaha, guru, politikus, pendakwah, motivator dan sebagainya. Mereka memiliki kegiatan sosial kemasyarakatan.
Setiap tahun, Generasi Muda Peduli menggelar acara bergilir di berbagai kota di tanah air. Selain itu memiliki program 1000 Ruang Belajar, yakni memperbaiki ruang belajar sekolah, menyumbang laptop yang dananya didapat dari mengadakan acara dinner dan charity.
Yanti salah satu anak yang datang merasa senang bisa diundang bersama teman-temannya. “Baru pertama diundang kemari. Saya senang sekali dan berharap bisa datang lagi, kalau ada acara mendengarkan dongeng untuk anak-anak,” tutur pelajar kelas 1 SMP Wonokusumo .
Kak Harris dan Ayis dua tokoh yang mulai akrab bagi anak-anak Surabaya. Keduanya kerap kali datang ke sekolah untuk menyapa anak-anak dan menceritakan beragai hal pengetahuan. Dulu tahun 90-an, Surabaya terkenal dengan pendongeng Kak Ria Enes dan Suzan yang lantas ngetop mewarnai dunia hiburan layar kaca di tanah air. Keduanya kompak saling bersahut-sahutan berbicara sehingga membuat gelak tawa siapapun yang mendengarkan.
“Memasukkan unsur pendidikan dalam mendongeng sebagai salah satu cara yang mudah bagi anak-anak untuk belajar dan menyerap pengetahuan,” jelas salah satu pendidik dari bimbingan belajar yang turut diundang dalam acara tersebut.
Melihat kegembiraan anak-anak, Abraham Sridjaja dan Cindy Ozzie yang bertindak sebagai pembawa acara mengaku senang serta ingin selalu berbagi juga mengajak orang muda Surabaya terketuk untuk peduli dengan lingkungan sekitarnya. (Av)







