The news is by your side.

Pengusaha Harapkan Pajak UKM Indonesia Bisa Meniru China

43

Pemerintah meluncurkan insentif pajak pendapatan akhir (PPh) untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar 0,5%.

Ketua Asosiasi UKM Indonesia M. Ikhsan Ingratubun ingin pemerintah memberikan kekhususan kepada para pelaku usaha mikro. Sebab, dari sekitar 59 juta pelaku sekitar 55 juta UMKM adalah pelaku usaha mikro. Dari aturan sebelumnya, ada pengecualian untuk pembayaran pajak, tetapi dengan aturan baru sepenuhnya harus membayar kewajiban pajak mereka.

Dia mencontohkan insentif pajak China yang memberlakukan tarif 0% untuk pelaku usaha mikro dengan omset Rp60 juta per bulan mulai tahun 2020.

“Sekarang diberi pilihan, mau bayar 0,5% atau mau bikin pembukuan ini adalah pemerintah yang pemalu, karena pelaku mikro pagi itu sudah belanja ke pasar, tidak ada hari kenapa don enggak ikut China, untuk omset Rp60 juta per bulan Ini setara mikro kecil Rp60 juta per bulan atau Rp720 juta per tahun yang 0% kemudian pada 2020, “kata Ikshan di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Dia mengatakan dengan tarif khusus untuk pelaku usaha mikro, pemerintah dapat memberikan bantuan terkait bisnisnya. Dengan demikian, pelaku usaha naik kelas dan siap menjadi pembayar pajak dan masuk ke dalam sistem pajak nasional.

“Pak Jokowi sudah minta 0,25%, Ibu Menkeu (Sri Mulyani) tetap 0,5%. Kami sambut, kalau bahagia belum tentu,” jelasnya. (Sindo News)

Leave A Reply

Your email address will not be published.