Pengusaha di Taiwan Ditangkap Setelah Menjual Minyal Ilegal ke Korea Utara

0 69

Penuntut mengungkapkan kasus seorang pengusaha asal taiwan telah dituntut atas kasus penjualan minyak ilegal ke Korea Utara pada Kamis (5/7) di tengah sanksi PBB terhadap perdagangan ke Korea Utara yang saat ini sedang diberlakukan.

Pemerintah Taiwan tengah menjalankan investigasi terhadap kasus yang menjerat Chen Shih-hsien setelah Korea Selatan menangkap sebuah kapal yang terdaftar di Hong Kong diselidiki telah mengirimkan minyak ke Korea Utara.

Chen telah dituntut oleh pengadilan distrik Kaohsiung dengan kasus pembohongan karena telah membuat pernyataan palsu, dengan mengatakan bahwa kapalnya hanya akan mengirimkan minyak ke Hong Kong, namun justru menjual minyak miliknya ke laut internasional untuk menjual minyak.

“Chen sadar bahwa minyak yang ia beli akan dikirimkan ke laut internasional untuk dijual.. dan membuat pngakuan palsu di tahun 2017,” tulis dalam tuntutan.

Taiwan sebelumnya sudah mengumumkan secara resmi untuk melarang segala bentuk perdagangan ke Korea Utara pada September tahun lalu.

Media lokal menyebutkan bahwa Chen mendapat minyak yang akan ia jual melalui ‘perantara orang China’.

Walaupun demikian, Chen tetap bersikeras bahwa ia dijebak oleh China dan sempat berusaha untuk bunuh diri pada 19 Januari setelah Taiwan mendeklarasikan untuk melarang segala bentuk perdagangan dengan dirinya dan membekukan tabungan bank perusahannya setelah kasus ini muncul.

Salah satu sumber mengungkapkan bahwa Chen sempat mengaku bahwa ia tidak mengetahui kalau minyak yang ia bawa ditujukan untuk Korea Utara.

Saat ini Chen dilarang untuk meninggalkan Taiwan.

Saat dirangkap, kapal yang dibawa yang bernama Lighthouse Winmore, ditangkap di bulan November oleh polisi laut Korea Selatan setelah secara ilegal memindahkan 600 ton minyak ke kapal Sam Jong 2 milik Korea Utara.

Kapal ini dikirim oleh Billions Bunker Group yang memiliki pusat di pulau Marshall. Group perusahaan ini dipimpin oleh Chen.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.