Penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize untuk Surabaya

0 103

Surabaya memperoleh penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention di Singapura pada Senin lalu (9/7). Ada tiga kota lain yang meraih penghargaan sama yakni Hamburg Jerman, Tokyo Jepang dan Kazan Rusia. Keempat kota peraih penghargaan karena memiliki keunggulan tersendiri.

Surabaya dipandang serius menjaga perkampungan sebagai bagian perkembangan kota, padahal di banyak kota, kampung dihancurkan. “Berbeda dengan Surabaya yang menjaga dan melestarikan dengan fasilitas dasar, berkemanusiaan, dan sangat indah,” jelas Ng Lye Hock Larry Sekertaris Pelaksanaan Lee Kuan Yew World City Prize.

Selain itu kinerja Walikota Surabaya Tri Rismaharini sangat diapresiasi dengan latar belakang lulusan arsitek dan memanfaatkannya untuk membangun kota tanpa menghancurkan perkampungan. Demikian pula dengan Kazan Rusia yang dihuni 50 persen Islam dan 50 persen Kristen. Sedangkan Tokyo sebagai kota modern dan mapan secara bertahun-tahun. Hamburg dipandang sebagai kota khas di Jerman dan  terbaik, ujar Larry.

Surabaya sebagai satu-satunya kota yang mewakili Asean menerima penghargaan tersebut. Kehidupan kampung yang terjaga asri berpadu dengan modernisasi pembangunan sehingga mampu meningkatkan perekenomian UKM melalui program kampung unggulan dan pahlawan ekonomi. Tri Rismaharini sendiri yang menerima penghargaan di Singapura.

Sepulangnya, penghargaan tersebut diarak ke jalanan kota mulai dari Korem 84/Bhaskara Jaya Jalan Ahmad Yani menuju Taman Surya Jalan Walikota Mustajab pada pukul 7.30 WIB (10/7). Arak-arakan sebagai bentuk suka cita setelah mendapat penghargaan Lee Kuan Yew dan penghargaan internasional lain seperti Asean Clean Tourist City Standart Award 2018 dan Asean Tourism Forum, Open Gov Recognition of Excellence 2018, dan Sustainble Cities and Human Settlements Awards oleh Global Forum on Human Settlements.

Wawali Surabaya Wisnu Sakti Buana, Ketua DPRD Surabaya Armuji, Cak dan Ning, jajaran Forkopimda mengikuti konvoi dengan menumpang kendaraan Jeep tahun 60/70-an berjumlah 15 unit yang disediakan Komunitas Jeep Surabaya. Selama konvoi Risma menyapa warga yang melihatnya. Sesampai di halaman Balai Kota, seluruh rombongan disambut Reog dan para tamu yang hadir mulai dari Pasukan Kuning,  penggali saluran, pelajar SD dan SMP.

Tri Rismaharini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama warga Surabaya dan jajaran OPD. Perayaan pun diakhiri dengan menyantap Soto bersama.  Soto sengaja dipilih karena sebagai kuliner khas yang tengah dipopulerkan dan menjadi sajian unggulan khas Indonesia. (Av)

Leave A Reply

Your email address will not be published.