The news is by your side.

Pengaruh Budaya Tionghoa dalam Batik Tangsel : Sentuhan Motif Anggrek dan Blandongan

60

Pemerintah Tangerang Selatan bersama Ian Adrian berhasil mengeksplorasi dan mengembangkan batik khas Tangerang Selatan (Tangsel). Selama setahun, Ian Adrian banyak menghabiskan waktunya untuk blusukan di kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten ini.

“Setiap tahun kami selalu memberikan mentoring kepada para pembatik agar bisa terus berkembang. Selain itu, kami menggandeng UMKM untuk lebih memperkenalkan batik ini kepada masyarakat luas,” kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany kepada media pada Malam Inaugurasi Kota Tangerang Selatan di Lapangan Sun Burst, BSD, Minggu (26/11) malam.

Airin mengatakan, ada sekitar 100 UKM yang diberikan pelatihan berkaitan dengan wirausaha batik, termasuk dalam pemasaran hasil produksi batiknya.

“Tangsel memiliki ciri khusus atau khas tersendiri, yaitu motif anggrek corak, golok sebagai lambang kebudayaan, dan blandongan sebagai lambang Kota Tangsel.

Kegiatan pelatihan dan keterampilan yang dilakukan mentor profesional dalam membuat corak kain batik di Kota Tangsel terhadap wirausaha rumahan sangat diperlukan,” ujar Airin.

Pemkot Tangsel yang menggandeng desainer Ian Adrian berhasil memberikan pencerahan. Sebanyak 76 busana segar dan kekinian yang dibawakan 20 model cantik dan 56 pegawai Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjadi gambaran yang ingin diciptakan Ian Adrian pada koleksinya tanpa meninggalkan unsur tradisional batik sendiri.

“Tangsel memiliki kekayaan alam raya tumbuhan, pepohonan, dan hewan. Hal ini yang menjadi inspirasi eksplorasi Batik Tangsel yang saya kerjakan,” ungkap Ian. Yang tidak kalah menarik, kata Ian, berdasarkan sejarah tempo dulu, Tangsel memiliki kekhasan dengan blandongan atau bangunan rumah yang ternyata khasnya kota ini.

Umumnya bangunan yang disebut blandongan merupakan bangunan semacam saung yang dibuat di dekat rumah induk sebagai tempat kumpul atau mengobrol. Menurut Ian, Blandongan ini adalah tempat hasil kebun disimpan setelah dipetik, tempat petani rehat dan ngopi sesudah atau sebelum berkebun.

Motif anggrek dan blandongan merupakan dua dari sekian kekhasan Tangsel yang tidak banyak diketahui orang. Kemudian, pengerjaan eksplorasi batik Tangsel kali ini juga menghadirkan motif yang sekarang dikembangkan, yaitu angrek vanda douglas, tanah, rumah blandongan, tandon air, dan golok.

Ian menjelaskan, kekayaan lain dari budaya Kota Tangsel adalah suuk. Bila berkunjung ke pinggiran Kota Tangsel yang notabene masih perkampungan, Anda akan menemukan kebun suuk atau kacang.

Secara keseluruhan, semua motif ini berdasarkan sejarah dan kearifan lokal Kotamadya Tangsel. Berdasarkan sejarahnya, Tangsel tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang tecermin melalui motif naga, banyi, kipas, kelenteng, juga kolonial Belanda. (Sindo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.