Jakarta. Indonesia telah mengumumkan keadaan darurat di sekitar pelabuhan di pulau Kalimantan, kata para pejabat Selasa, setelah tumpahan minyak besar dan api menewaskan empat orang pada akhir pekan.
Pejabat mitigasi bencana mampu mengendalikan api di kota pelabuhan Balikpapan tetapi masih bekerja untuk menahan tumpahan, yang dimulai pada hari Sabtu dan menyebar di area seluas sekitar 12 km persegi (4,5 mil persegi).
“Kami telah memperingatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” kata Suryanto, kepala badan lingkungan kota itu.
Balikpapan, di Kalimantan Timur, adalah pusat pertambangan dan energi utama dan rumah bagi salah satu dari beberapa kilang minyak di negara itu, yang dijalankan oleh perusahaan energi negara Pertamina.
Perusahaan milik negara mengatakan sedang menyelidiki di mana minyak itu berasal dan bahwa pipa bawah lautnya sendiri di daerah itu tidak memiliki kebocoran. Pertamina mengatakan tidak ada gangguan operasi.
“Saat ini, tim kami memprioritaskan manajemen (kejadian),” kata Arya Dwi Paramita, manajer komunikasi eksternal di Pertamina.