Lanzhou Integrated International Land Ports (ILPL) dalam aktifitasnya memiliki tugas untuk memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk keperluan ekspor barang dari Cina barat ke negara-negara Asia Tenggara.
“Dari sini dapat diangkut dengan kereta ke Pelabuhan Qinzhou (Provinsi Guangxi) untuk pengiriman lebih lanjut ke Singapura dan Indonesia,” kata Deputi Direktur ILPL Luo Zhe di stasiun kereta barang Lanzhou, Provinsi Gansu, Minggu (8/7).
Dia menjelaskan bahwa dari ILPL di Distrik Xigu, barang ekspor hanya membutuhkan waktu tiga hari ke Pelabuhan Qinzhou.
“Pengiriman lebih lanjut dari Qinzhou ke Singapura dan Indonesia hanya empat hari, yang jauh lebih singkat daripada menggunakan truk dari Lanzhou ke Qinzhou,” tambahnya.
ILPL, yang terletak di tengah bukit pasir dan sekitar 60 km dari pusat Kota Lanzhou, mulai beroperasi pada Mei 2017. Pelabuhan terpadu dilengkapi dengan fasilitas pergudangan, fasilitas bongkar-muat, penyediaan transportasi darat dan layanan bea cukai.
“Ekspor barang-barang yang masuk ke wilayah itu bebas pajak, dan Asia juga menjadi basis untuk barang ekspor-impor dari Eropa dan Timur Tengah,” kata Luo.
Pembangunan kawasan terpadu yang menempati 50 kilometer persegi tanah masih berlangsung dengan nilai investasi sebesar 20 miliar RMB (Rp43 triliun).
“Biaya pengembangan dari Pemerintah Provinsi Gansu bersama dengan beberapa investor lain, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.
Investor domestik Cina yang membantu membiayai pengembangan ILPL termasuk Alibaba Group dan JD.com, dua perusahaan besar yang bergerak dalam perdagangan elektronik dan logistik (e-commerce).
“Sejak beroperasi pada Mei 2017 hingga sekarang, kami telah mampu menghasilkan pendapatan sekitar RMB 1 miliar (Rp2,15 triliun). Kami telah membebaskan pajak ekspor kami dari pergudangan, penyewaan peralatan bongkar muat, penyewaan logistik dan fasilitas lainnya. , “Kata Luo.
Terdaapat ribuan mobil buatan China yang siap diekspor ke Rusia, Kazakhstan, Tajikistan, dan beberapa negara lain di Timur Tengah dan Asia Selatan dengan menggunakan kereta kereta api logistik.
ILPL berada di jalur penumpang ekspor-impor di Cina barat yang terhubung ke jalur kereta api ke Hamburg, Jerman, melalui Xinjiang, Kazakhstan, Tajikistan, dan Moskow.
“Ini hanya satu kawasan terpadu, masih ada tiga hingga empat daerah yang akan dibangun di Provinsi Gansu,” kata Luo. (TM038) Keterangan Foto: Kesibukan di Pelabuhan Internasional Terpadu di Lanzhou, Provinsi Gansu, Tiongkok, Jumat (6/7). (wartaekonomi)