Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya Pecahkan 2 Rekor Muri : Donor Darah dengan Pendonor Terbanyak di Mall dan Donor Darah Seri dengan Doorprize Terbesar
Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya (PTRS) didirikan tahun 2001 dengan anggota mencapai 4 ribu lebih di seluruh Indonesia. Menariknya PTRS beranggotakan sepasang suami istri dalam berkegiatan. PTRS merupakan wahana memenuhi tugas panggilan luhur dalam kehidupan dengan usaha bersama, bersatu, semangat cinta kasih, memberikan pelayanan sosial kepada sesama, gereja dan bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan demi kemuliaan Allah.
Adapun kegiatan sosial yang telah dilakukan PTRS yangdiketuai Teguh Kinarto diantaranya; pembangunan Graha Lansia seluas 2.149m2 diatas tanah seluas 3.388m2, mengoperasi jantung 39 anak lahir cacat secaragratis pada tahun 2002, melayani kebaktian gereja dengan paduan suara,mengunjungi panti sosial dan panti werdha, menggelar beragam aktivitas sepertiPower Personality, Fun Walk, Retreat Deposit Cinta, dan masih banyak lagi.
Kegiatan yang tak kalah rutin digelar adalah donor darah setiap tiga bulan sekali. Program Donor Darah PTRS kini memasuki periode pamungkas yakni ke-9, digelar sejak Oktober 2016 dengan total perolehan kantung darah mencapai 5.636 bags dari 8.570 pendaftar. Pada acara periode ke-9, lebih dari seribu pendonor turut mendonorkan darahnya di Ciputra World yang digelar PTRS bersama PMI Surabaya dan Tim PMI Gresik, mulai pukul 10 hingga selesai (13/1).
“Para pendonor mendapatkan bingkisan dari panitia dan doorprize mobil Toyota Agya, sepeda motor dan sebagainya,” ujar ketua panitia Yudi Cahyo Poernomo. Masyarakat pun antusias mendonorkan darahnya dengan antri mendaftar lalu diperiksa petugas medis selanjutnya diambil darahnya.
Museum Rekor Indonesia pun mengganjar kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya dengan 2 pecah rekor yakni ‘Donor Darah dengan Pendonor Terbanyak di Mall’ dan ‘Donor Darah Seri dengan Doorprize Terbesar’. Acara tersebut disaksikan Ketua PMI Jatim Imam Utomo, Kapolda Jatim Luki Hermawan, Uskup Surabaya Vincentius Sutikno Wisaksono, Pimpinan UPTD PMI Surabaya, seluruh anggota PTRS dan masih banyak lagi.
Tepat pukul 5 sore, panitia mengundi kupon para pendonor darah dan mengumumkan langsung peraih mobil dan motor. Ribuan pengunjung mall turut heboh menyaksikan pengundian yang dilakukan secara fair. Panitia menelepon para pemenang, sayang ada beberapa yang tidak bisa dihubungi dan gugurlah hadiahnya. Maka ketika telepon tersambung, pengunjung mall turut berteriak kegirangan.
Pada kesempatan itu Imam Utomo menyampaikan BPOM menyatakan darah dari PMI Jatim memenuhi standar internasional pada 2018. PMI Jatim menargetkan mendapatkan 700 ribu bags pertahun untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Sementara itu Kapolda Jatim memuji PTRS yang menggelar kegiatan tanpa membedakan suku, rasa, golongan dan agama namun lebih mementingkan peduli masyarakat.
Uskup Surabaya Vincentius Sutikno Wisaksono meminta berbuat baik kepada sesama terlebih membantu masyarakat yang membutuhkan darah dalam situasi kritis. “PTRS hanya salah satu keran dari gereja Katolik beranggotakan para pasangan suami istri pengusaha. PTRS terus hangat dengan perbuatan kasih kepada masyarakat,” pinta Uskup.
Teguh Kinarto menyampaikan paguyuban memang melibatkan suami istri supaya rukun guyub dalam berumah tangga dan berkegiatan sesuai petunjuk Uskup Surabaya. “Kegiatan PTRS memiliki kontribusi mencintai sesama melakukan pelayanan tanpa pamrih termasuk donor darah yang rutin digelar,” ujar Teguh Kinarto Ketua PTRS.
Eka Kurnia Dewi salah satu pendonor mengatakan dirinya rutin melakukan donor darah untuk kesehatan dan menyukai kegiatan tersebut digelar di mall. Dewi berujar tidak terlalu berharap mendapatkan hadiah mobil tapi lebih suka dirinya bisa menyumbangkan darah karena beberapakali tidak lolos pemeriksaan medis. “Bersyukur hari ini bisa lolos dan diambil darahnya,” ujar wanita cantik berusia 45 tahun. (AV)