Pagelaran ‘Satu Hati for Palu Sigi Donggala’ Kepedulian Warga Surabaya Galang Dana Bangun Seribu Rumah Cepat untuk Para Korban Gempa dan Tsunami
‘Satu Hati’ merupakan acara amal tahunan yang menjadi bentuk kepedulian kepada sesama yang telah digelar sembilan kalinya. Pada tahun ini difokuskan membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Palu, Sigi, dan Donggala. Pagelaran malam amal yang bertajuk “Satu Hati for Palu Sigi Donggala” menampilkan tarian balet, tradisional dan kontemporer dari Marlupi Dance Academy dan Indonesia Dance Company.
‘Satu Hati’ mengajak masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menyatukan hati bersama membantu korban bencana alam Palu Sigi Donggala agar kembali hidup layak tinggal di rumah rumah sederhana tahan gempa, berdinding ringan, serta proses pembuatannya hanya memakan waktu sehari, namun memiliki ketahanan hingga 4 tahun lamanya. Rumah cepat itulah yang akan dibangun untuk korban gempa dan tsunami ujar Nani Wijaya dan Alamsyah Jo selaku koordinator acara amal.
“Seluruh dana yang terkumpul dari acara amal diserahkan kepada Suroboyo Peduli. Dulu waktu terjadi Tsunami Aceh, Surabaya Peduli telah membangun seribu rumah cepat untuk para korban,” jelas Nani Wijaya dihadapan 400 lebih hadirin yang keseluruhannya memberikan donasi.
Nani menambahkan bahwa seluruh biaya produksi acara, nol rupiah, dan semua donasi murni disumbangkan kepada Ketua Masyarakat Suroboyo Peduli Palu Sigi Dongggala yang akan terjun langsung ke area terdampak bencana guna membangun seribu rumah cepat sederhana bagi para korban.
Malam itu dana yang terkumpul 2 Milyar 145 Juta 100 Ribu Rupiah hanya cukup untuk membangun 200 rumah cepat saja, namun para donatur malam itu langsung memberikan sumbangan spontan kembali agar mencapai target seribu rumah.
“Kami berharap konser amal mampu memberikan motivasi serta inspirasi kepada para tamu yang hadir, serta memberikan harapan bagi para korban bencana di Palu Sigi Donggala. Mewakili seluruh panitia, kami mengucapkan terimakasih atas antusiasme, baik berupa partisipasi dukungan terhadap kegiatan amal dan utamanya seluruh donasi akan diwujudkan secara kongkrit untuk membantu para korban,” jelas Alamsyah Jo General Manager Complex dari Sheraton Surabaya Hotel, Four Points by Sheraton Surabaya dan Pakuwon Golf & Family, selaku penyelenggara acara amal bekerjasama dengan Nyata dan banyak perusahaan lain.
Sementara itu, Puspita Dewi Prijadi Presiden Direktur PT Matahari Sakti menyumbang kloset dan pintu untuk rumah cepat yang akan diberikan secara bertahap. Malam itu juga Puspita Dewi Prijadi turut menyumbang dana tunai kepada panitia.
“Saya mendoakan Indonesia aman damai tentram agar roda perekonomian berjalan lancar. Kondisi keamanan bangsa sangat berpengaruh terhadap ekonomi. Dampak tersebut sangat dirasakan para pengusaha. Dollar naik dan musibah alam yang terjadi sangat berpengaruh. Semoga kondisi kembali stabil dan kami selalu berharap yang terbaik untuk masyarakat Indonesia,” tutur Puspita Dewi Prijadi di tengah acara berlangsung.
Pada acara malam amal juga tampil saksi korban bencana di Palu menceritakan kejadian yang dialaminya langsung. Merry yang menjadi korban selain menampilkan foto-foto Palu terkini setelah gempa dan tsunami juga memutarkan videonya.
“Bencana itu sangat mengerikan, membuat masyarakat di sana trauma. Tanah yang memutar lalu menenggelamkan gedung hingga rumah, juga tsunami yang mengikis habis perkantoran, gudang usaha, perhotelan dan restoran di sepanjang pantai. Keindahan laut Palu sangat luar biasa, makanya banyak bangunan usaha di sepanjang pantai,” jelasnya. (AV)




















