“Hari Merdeka” dan “Garuda di Dadaku” menjadi sajian dari NTRL yang diharapkan dapat mengobarkan semangat nasionalis para penonton yang hadir.

Sebelum mereka membawakan dua tembang itu, NTRL naik ke atas panggung dengan memainkan “Pertempuran Hati” sebagai lagu pembuka pada Sabtu malam.

“Oke kita lanjut? Lagu ini tentang cinta kepada Yang Maha Kuasa, karena cinta kepada Yang Maha Kuasa akan mengingatkan kita semua akan ke mana kita kembali,” ujar Bagus vokalis NTRL.

“Terbang Tenggelam” yang populer melalui album “Putih” pada 2005 membuat penonton semakin riuh di depan panggung.

“Saya melihat bermacam genre hadir disini. Kita harus bersatu untuk Indonesia, jangan ada kerusuhan dan perpecahan di Indonesia,” ucap Bagus.

Masih dari album yang sama, NTRL membawakan lagu “Sorry”. Lagu yang bersyair sentimentil itu membuat penonton larut hingga menyalakan flash light melalui ponsel mereka.

“Kita akan membawakan lagu nasional, kan semua sudah membawakan lagu kemerdekaan atau nasional. Coba yang di sebelah kanan tahu enggak lagu kemerdekaan?,” tanya Bagus.

“Hari Merdeka” menjadi lagu keempat dari band yang beranggotakan Eno sebagai drummer, Choki sebagai gitar dan Bagus sebagai vokalis.

“Garuda Di Dadaku” yang kental nuansa nasionalis menjadi sajian penutup dari NTRL.

(Ant/Ry)