The news is by your side.

Nissan Batalkan Bisnis Baterai Listrik dengan China

33

Nissan Motor Co telah membatalkan penjualan bisnis listrik bertenaga baterai ke China GSR Capital. Alasan pembatalan itu diduga karena tingginya nilai investasi.

Tahun lalu tepatnya pada Agustus 2018, produsen mobil Jepang telah sepakat untuk menjual divisi Automotive Energy Supply Corp kepada perusahaan Cina GSR Capital.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa sebelumnya GSR Capital telah setuju untuk mengucurkan dana ke Nissan senilai US $ 1 miliar (Rp14 triliun).

Nissan diketahui telah mengendalikan Automotive Energy Supply Corp dengan membeli 49% sahamnya yang dipegang oleh NEC Corp dan anak perusahaannya NEC Energy Devices.

Nissan AESC sendiri memiliki pabrik baterai di Amerika Serikat, Inggris dan Jepang. Masih ada beberapa lokasi lain yang masih dirahasiakan.

Akhir dari pembatalan itu membuat Nissan harus mengevaluasi kesepakatan dengan GSR Capital tahun lalu. Pihak-pihak GSR saat ini tidak tersedia untuk ditanyai.

Lihat juga: Pemilik Nissan Elgrand Menolak Peraturan Menteri Ban Serep
GSR Capital telah berinvestasi dalam teknologi mobil listrik. Mereka ingin terus meningkatkan investasi dalam teknologi bersih termasuk kendaraan listrik.

Ini untuk mengantisipasi desakan pemerintah Cina bahwa teknologi dan perusahaan otomotif meningkatkan kemampuan untuk menciptakan produk ramah lingkungan. (CNN Indonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.