Masa Depan Hubungan Militer China dan Indonesia

0 101

Pekan lalu, Jakarta dipilih menjadi tuan rumah peringatan ulang tahun di tahun ini dari berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Sementara fokusnya adalah pada perayan itu sendiri, hubungan kedu anegara juga menempatkan sorotan pada hubungan pertahanan atau militer yang sedang berlangsung antara Indonesia dan Cina, yang telah bergerak perlahan meskipun ada tantangan signifikan yang tetap ada.

Meskipun Indonesia dan Cina telah lama memiliki hubungan bilateral, aspek hubungan militer telah diperkuat secara bertahap selama beberapa tahun terakhir meskipun ada tantangan, termasuk berkenaan dengan dunia maritim. Aspek kolaborasi, seperti kesepakatan pada peralatan dan teknologi dan beberapa pertukaran, telah berlanjut, dan legislatif Indonesia akhirnya meratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan Indonesia-China pada tahun 2016 yang telah ditorehkan hampir satu dekade sebelum itu.

Pekan lalu, hubungan pertahanan menjadi berita utama lagi selama peringatan ulang tahun ke-91 pendirian Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Jakarta pada 25 Juli. Meskipun peringatan ini adalah fokus hubungan keduanya, itu juga memberikan kedua belah pihak dengan kesempatan untuk menawarkan pemikiran mereka tentang status kolaborasi saat ini serta peluang masa depan untuk memperkuatnya.

Dalam sambutannya, Hadiyan Sumintaadmadja, sekretaris jenderal menteri pertahanan Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia ingin bekerja sama dengan China untuk memastikan keamanan dan stabilitas maritim, sementara dapat diprediksi akan meninggalkan tantangan yang kedua belah pihak terus hadapi di depan. Khususnya, ia membuat referensi khusus untuk latihan maritim ASEAN-China mendatang, yang telah menjadi berita utama dalam beberapa bulan terakhir, sebagai contoh nyata kerja sama yang sedang berlangsung antara Beijing dan negara-negara Asia Tenggara dalam hal ini.

Kolonel Zhou Jian, atase pertahanan kedutaan China, mengatakan China ingin memperluas kerja sama pertahanan dengan militer Indonesia. Dia mengatakan bidang-bidang seperti kolaborasi pertahanan pada pendidikan militer dan teknologi telah “berbuah”, dan bahwa ada peluang tambahan bagi kedua belah pihak untuk mengeksplorasi juga untuk menambah itu.

Zhou tidak menawarkan secara spesifik tentang bidang apa yang mungkin paling matang untuk ekspansi dalam konteks hubungan pertahanan Indonesia-China. Kenyataannya, meskipun ada beberapa peningkatan dalam hubungan, para pejabat Indonesia sebelumnya juga telah berhati-hati mengenai menerima permintaan Cina untuk beberapa peningkatan dalam aspek kerjasama pertahanan.

Terlepas dari kenyataan ini dan kenyataan lainnya, karena Jakarta dan Beijing ingin terlibat dalam berbagai masalah sepanjang sisa tahun ini dan seterusnya, aspek ikatan ini akan menjadi bagian penting dari cerita ini di tengah tren regional yang lebih luas juga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.