Luhut: Dana Investasi Penanaman Kembali Kelapa Sawit Dari China Bukan Utang

0 128

Menteri Koordinator Urusan Dalam Negeri, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa tawaran pendanaan untuk program penanaman kembali China Development Bank (CDB) adalah skema business-to-business (B to B).

Dengan kata lain, tidak akan ada tambahan utang yang harus diambil oleh pemerintah dalam melaksanakan program pembaruan minyak sawit.

“Harus ditekankan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” katanya, Rabu (6/6) malam.

Luhut mengatakan hingga kini proses negosiasi atas tawaran itu masih dilakukan oleh pemerintah.

Dalam negosiasi, pemerintah meminta agar tingkat bunga dana yang akan digunakan untuk program pembaruan minyak sawit bisa berada di kisaran empat hingga lima persen atau di bawah tingkat bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tujuh persen.

Jika permintaan disetujui, dana akan disalurkan langsung melalui koperasi utama atau kelompok petani.

“Pinjaman ini untuk petani kecil, petani yang memiliki hanya satu hektar lahan, dua hektar, empat hektar, lima hektar, bukan untuk petani besar atau konglomerat,” katanya.

China melalui CDB tertarik untuk membiayai program pembaruan minyak sawit yang dilakukan oleh Indonesia. Bunga itu disampaikan ketika Perdana Menteri Cina Li Keqiang bertemu dengan Presiden Joko Widodo bulan lalu.

Untuk menindaklanjuti tawaran itu, Luhut telah mengundang perwakilan petani melalui Asosiasi Minyak Sawit Indonesia (Apkasindo).

Mereka diminta untuk menyediakan data tentang tanah yang ingin mereka biayai dengan keuangan mikro dari CDB.

Apkasindo mengawasi 1,5 juta anggota dengan luas lahan 4,7 juta ha atau setara dengan luas total sawit yang dimiliki oleh petani. Luas lahan tersebar di 10 provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Apkasindo meminta program peremajaan kelapa sawit untuk diimplementasikan di area seluas 2,5 juta hektar (ha) dari Apkasindo. (CNNIndonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.