Kisah sedih datang dari seorang siswa di China yang ditolak dari universitas terkenal karena sejarah kredit orang tuanya yang tidak baik. Padahal, ntuk mendapatkan akses ke universitas ternama bukanlah hal yang mudah di lingkungan yang sangat kompetitif.
Seorang siswa dari Wenzhou, Zhejiang, mendapatkan hasil Gaokao (ujian masuk universitas secara nasional di China) yang sangat bagus, sehingga dia mendapatkan kabar gembira akan diterima di salah satu universitas terkenal di Beijing.
Namun, sial baginya karena ketika melakukan daftar ulang, ia mendapat informasi bahwa dirinya ditolak karena reputasi kredit ayahnya yang tidak baik. Kisah ini secara luas diliput oleh berbagai media, termasuk media TV dan media sosial China.
Ayah pemuda itu, Tuan Rao, memiliki kredit macet setelah berhutang sebesar 200.000 Yuan (sekitar 430 juta rupiah) kepada bank lokal selama lebih dari dua tahun. Karena ia tidak berhasil melunasi hutangnya, maka Rao masuk ke dalam ‘daftar hitam’.
Pada tahun 2014, pemerintah China mengumumkan rencana ‘Sistem Kredit Sosial’ yang fokus mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi, dan akan menciptakan langkah-langkah yang mendorong masyarakat melakuakn ‘perilaku yang dapat dipercaya’, dan menghubung mereka yang tidak.
Sistem ini direncanakan akan dipakai secara nasional pada tahun 2020 dan saat ini sudah coba diterapkan di beberapa wilayah. Karena program dan lembaga swasta juga memilki akses ke ‘daftar hitam’, maka mereka melihat status seseorang di untuk berbagai institusi.
Kisah pemuda yang harus membayar harga akibat reputasi kredit ayahnya yang tidak baik ini telah memicu kontroversi di media sosial. Banyak warganet yang berkata bahwa seharusnya hal seperti ini dilakukan untuk anak pejabat yang korup. Namun, ada juga orang yang setuju dengan kebijakan ini.
Beberapa media telah mengingatkan ayah pemuda itu, bahwa kredit macetnya ini bisa memberikan konsekuensi bagi anak-anak juga. Namun, ia tetap tidak mematuhi perintah pengadilan untuk membayar kembali pinjamanannya.
Saat ini, Rao diperkirakan sedang mengusahakan untuk membayar kredit macet itu agar namanya keluar dari daftar hitam dan anaknya dapat melanjutkan pendidikan di universitas.
artikel diambil dari whatsonweibo.com