Konsulat Jenderal China Apresiasi Penanganan Wisatawan Asing Pascagempa Lombok

0 159
Konsulat Jenderal China di Denpasar, Bali, menghargai upaya Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan dan menangani korban dan wisatawan asing termasuk dari negara yang sebelumnya terjebak di puncak Gunung Rinjani saat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas upaya penyelamatan termasuk warga tim gabungan kami,” Konsul Jenderal China Gou Haodong mengatakan di Denpasar pada hari Rabu.

Diplomat senior mengatakan hari ini 16 wisatawan Tiongkok bersama dengan selusin pemanjat lainnya telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh tim gabungan setempat.

“Beberapa masih di Lombok dan beberapa akan pulang dalam beberapa hari, mereka mendapatkan penanganan yang baik dan sekarang semuanya dalam kondisi baik,” katanya.

Gou mengaku meski trauma tetapi ia optimis itu tidak mengganggu kunjungan wisatawan dari negara dengan ikon panda karena itu adalah peristiwa alam.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 1.226 pengunjung Taman Nasional Gunung Rinjani berhasil dievakuasi dalam kondisi aman.

Dia menjelaskan gelombang evakuasi dilakukan selama tiga hari mulai Minggu (29/7) sebanyak 669 orang, terdiri dari 507 orang dan 162 warga WNI.

Kemudian pada Senin (30/7) sebanyak 543 pengunjung yaitu 189 orang dan 354 warga asing dari tim evakuasi WNI dievakuasi yang semuanya menggunakan rute darat.

Selanjutnya pada Selasa (31/7) dievakuasi 14 warga Indonesia dan satu mayat dari pendaki Makassar yang tewas akibat terjatuh longsoran batu longsor saat bergerak dari Danau Segara Anak selama gempa.

Sebanyak 244 tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, Unit SAR dan relawan telah mengevakuasi semua pengunjung dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Hingga saat ini, TNGR masih dinyatakan tertutup untuk pendakian dan pariwisata. (Antara)

Leave A Reply

Your email address will not be published.