Ketua Surabaya Art Society Rasmono Sudarjo Saat Pandemi Terus Berkarya Hingga Raih Puluhan Penghargaan Internasional
InhuaOnline,Surabaya – Pandemi tak menghalangi masyarakat untuk teus berkarya hingga menorehkan prestasi, salah satunya Rasmono Sudarjo Ketua Surabaya Art Society. Rasmono Sudarjo selain dikenal sebagai fotografer juga seorang pelukis senior di Surabaya. 20 karya fotonya katagori Travel baru saja menyabet penghargaan 34th Photographic Society of Malaysia International Photo Salon 2020.
“Saya mendapatkan 20 penghargaan salon foto internasional dari China dan Malaysia termasuk gold medal, silver dan sebagainya. Ada beberapa katagori dalam ajang tersebut, tapi saya memilih katagori travel,” ujarnya sambil menunjukkan piagam penghargaan yang diraih.

Foto berjudul ‘Upacara Melasti’ yang menggambarkan aktivitas masyarakat di Bali melakukan ritual menyambut Hari Raya Nyepi, berhasil menyabet Gold Medal. Juga foto berjudul ‘Perang Pandan’ berhasil meraih penghargaan. Perang Pandan tradisi di Desa Tenganan, Karangasem, Bali, paling banyak menarik perhatian wisatawan mancanegara. Perang Pandan dilakukan untuk menghormati Dewa Indra atau Dewa Perang bagian dari ritual Sasih Sembah digelar selama dua hari dalam setahun.
Rasmono Sudarjo tergabung dalam Nusantara Photo Club mengungkapkan sangat menyukai memotret seni budaya di setiap daerah yang disinggahi. Hampir seluruh wilayah di tanah air telah dijelajahinya demikian pula kawasan Asia hingga Eropa. “Kalau kawasan Asia, saya paling sering ke China yang panorama alamnya sangat bagus seperti di Xinjiang,” imbuh Dewan Pembina Yayasan Seni Budaya Indonesia China.

Memotret budaya di berbagai daerah kemudian dipamerkan baik berupa karya foto maupun lukisan, bagi Rasmono Sudarjo sangat penting agar masyarakat mengetahui keindahan alam nusantara. Apalagi saat pandemi dimana dunia pariwisata turut terpuruk, lewat karya foto yang dimenangkan di ajang salon foto internasional, Rasmono berharap pariwisata Indonesia kembali bangkit.
“Walau hanya lewat karya foto tentang budaya Indonesia, tapi dunia luar bisa melihatnya,” harap lelaki yang karya fotonya menjadi referensi proses melukisnya.
Rasmono Sudarjo mengaku lebih banyak beraktivitas di rumah karena pandemi. Namun tetap aktif menulis buku. Saat ini ia tengah menyelesaikan bukunya tentang seni foto termasuk dalam seni rupa. Hampir seluruh perjalanannya di berbagai negara dibukukan. Buku perjalannya ngetrip hunting foto ke luar negeri diterbitkan untuk umum, khususnya pecinta seni fotografi.

Rasmono Sudarjo saat ini juga banyak membuat lukisan berukuran kecil, agar bisa dimiliki masyarakat umum pecinta seni. Banyak lukisan karyanya yang dilelang dan hasilnya disumbangan ke beberapa yayasan.
Kepada seniman muda di tanah air, Rasmono Sudarjo berharap tetap aktif berkreasi. Jangan lelah untuk mencoba hal yang baru dan sering melihat karya orang lain sebagai pembanding serta berinovasi seni, pungkasnya. (AV)
