Kemeriahan PERMASKOT Hingga Doa Keselamatan Bangsa oleh 30 Ribu Pelajar Surabaya

0 177

Surabaya memiliki perhelatan akbar yakni PERMASKOT kepanjangan dari Pekan Olahraga Masyarakat Kota Surabaya 2018 mulai 19 – 26 Oktober mendatang, melibatkan 26 Kecamatan. Sebanyak 8 cabang olahraga yang dipertandingkan dari sepakbola, tenis meja, tenis lapanggan, atletik, catur, bola voli, bulu tangkis dan futsal.

Tahun lalu yang menjadi juara umum tiga kali berturut-turut membawa piala bergilir Walikota Surabaya dalah Kecamatan Wonokromo. Walikota  Tri Rismaharini membuka PERMASKOT dengan melakukan tendangan bola di Gelora 10 Nopember, Tambaksari. Risma lantas mengajak seluruh masyarakat memupuk rasa persaudaraan dan persatuan. PERMASKOT juga diharapkan mencari bibit-bibit atlit unggulan dari Kota Surabaya. Dalam pembukaan dimeriahkan tarian Gemu Famire dan Meraih Bintang.

Doa Keselamatan Bangsa di Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya

Minggu pagi (21/10), digelar doa bersama untuk keselamatan Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya agar terhindar dari musibah. Doa bersama diikuti 30 ribu pelajar SD/MI dan SMP/MTS di Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya.

Sebelum doa bersama digelar, ribuan pelajar terlebih dahulu membaca seluruh ayat dalam kitab suci Al Quran yang dilakukan mulai pukul 6 hingga 08.15 WIB. Doa bersama juga ditujukan agar anak-anak Surabaya selamat dan sukses masa depannya. Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) turut berdoa dengan khusyuk.

Dalam acara itu, Risma berpesan kepada 3000 pelajar SMP penghapal Al Qur harus memahami isi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kelak menjadi orang orang dan pemimpin yang amanah.

Selain itu, Risma meminta anak-anak Surabaya tidak malas belajar agar  menjadi orang sukses dan berhasil sehingga memiliki rasa kepedulian kepada orang lain. Penjajahan ke depan adalah kemiskinan dan kebodohan, tegas Risma, maka anak-anak berhak berhasil dan sukses, karena Tuhan Maha Adil dan Penyayang.

Walikota Surabaya pun mengingatkan apabila ada yang mengajarkan permusuhan agar tidak sekali-kali diikuti, karena semua yang ada di sini adalah keluarga. “Jangan ada anak yang membully atau membenci orang lain, karena itu melanggar ajaran agama. Kalau kalian ada masalah, bisa menulis surat kepada ibu, atau mengadu kepada guru,” pinta Risma.

Anak-anak Surabaya jangan takut, tidak boleh minder, tapi harus berani karena benar, himbau Risma. “Anak Surabaya adalah anak yang luar biasa, marilah berdoa agar tidak ada yang menyakiti kalian,” pinta Risma kembali sambil mengitari lapangan memberi semangat kepada para pelajar. Doa bersama berjalan dengan lancar hingga akhir acara, para pelajar pun pulang dengan tertib. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.