The news is by your side.

Kementerian Ekonomi Taiwan dan Teto Surabaya Sosialisasikan Teknologi Pengolahan Air Bersih

41

Sekertaris Umum dari Direktur Departemen Sumber Daya Air Kementerian Ekonomi Taiwan, Hongfu Huang bersama TETO Surabaya memperkenalkan teknologi dan layanan terbaru pengolahan air bersih di pameran internasional Indowater 2018 yang berlangsung dari 28 hingga 30 Juni di Grand City Surabaya. Pameran Indowater diikuti 500 perusahaan dalam dan luar negeri. Tiga puluh negara dari seluruh dunia ambil bagian dalam acara tersebut, termasuk Taiwan.

Populasi Indonesia yakni 250 juta orang tercatat peringkat keempat di dunia dipandang sebagai potensi pasar besar, jelas Hongfu Huang, bonus demografi tersebut maka potensi dalam pengolahan air bersih akan sangat besar dan menarik produsen dari seluruh dunia.

meninjau beragam teknologi penjernih air

Berdasarkan statistik tahun 1990 hingga 2020 permintaan domestik untuk air minum terus meningkat 220%, baik di daerah perkotaan hingga pinggiran kota menuntut permintaan akan kebutuan air bersih. Pemerintah Indonesia diharapkan berinvestasi 4,5 Miliar USD dalam 10 tahun ke depan guna meningkatkan efisiensi teknologi pengolahan air bersih dan pemanfaatan sumber dayar air.

Lima perusahaan pengolahan air dari Taiwan memperkenalkan beragam produknya yang dibutuhkan masyarakat. Perusahaan di Taiwan menunjukkan keahlian ‘Mobile Water Treatment Solution dan IoT‘ yang menjadi topik pameran internasional Indowater 2018.

“Kami mengharapkan industri yang bergerak di bidang air di Indonesia dapat berintegrasi dengan pengolahan yang cerdas yang dimiliki Taiwan untuk menciptakan peluang ekonomi dan bisnis di dunia global,” harap Jeffrey S.C. Hsiao Direktur Umum Taipei Economic Trade Office Surabaya.

Teknologi pengolahan air bersih di Taiwan sangat modern dengan memanfaatkan internet, selain tidak memakan tempat serta mudah digunakan untuk masyarakat terpencil wilayah pedesaan. “Alat penjernih air yang bisa langsung diminum itu mudah dipindahkan. Sistemnya juga sederhana untuk memenuhi kebutuhan air minum seribu hingga  dua ribu orang. Filter airnya  mampu menyaring skala kecil kotoran,” jelas Hongfu Huang sambil menunjukkan replika alat tersebut.

Direktur Teto dan Hongfu Huang di depan alat pemecah batu

Menariknya, seluruh alat dapat dipantau dengan memanfaatkan internet. Sehingga bila terjadi kerusakan alat akan secepatnya bisa diperbaiki walau pemasangan dan pemantauan jaraknya ratusan kilometer. Selain itu diperkenalkan pula produk stasiun air yang bisa dipompa ke banyak tempat dari basement, misalnya. Alat tersebut menggunakan sensor untuk mengontrol tekanan. Stasiun air lebih mirip depo tersebut menggunakan sistem pembayaran baik cash maupun online.

Ada pula alat pemecah batu buatan Taiwan yang dipasarkan di Indonesia sejak 2006 dan terjual 100 ribu unit hingga sekarang. Alat pemecah batu berbagai ukuran disesuaikan dengan permintaan. Batu kecil yang dihasilkan dipergunakan untuk bantalan rel kereta api, bahan jalan raya hingga landasan bandara udara.

“Kami sengaja membawa teknologi  yang bisa ditempatkan di tempat terpencil di wilayah Indonesia,” imbuh Hongfu Huang yang berencana mengunjungi PDAM Surabaya, Bendungan Ir. Soetami Karangkates Malang dan menggelar seminar di ITS.

Jeffrey S.C. Hsiao menambahkan Taiwan baru pertamakalinya mengikuti pameran internasional Indowater diharapkan mampu menjembatani kerjasama ekonomi dua negara semakin meningkat. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.