Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperkuat skrining hantavirus guna merespons viralnya kasus hantavirus di sebuah kapal pesiar.

“Memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu. Jadi belum menyebar kemana-mana. Yang kita lakukan kita mempersiapkan agar screeningnya kita punya,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan, adapun bentuk skriningnya dalam bentuk rapid test seperti saat pandemi COVID-19, atau berbentuk reagen yang digunakan dalam mesin-mesin PCR.

Untuk saat ini, katanya, pihaknya masih fokus pada surveilens.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (4/5) mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan sejumlah negara dan operator kapal pesiar untuk menangani kasus infeksi hantavirus yang teridentifikasi di sebuah kapal di Samudra Atlantik.

Maria Van Kerkhove, pejabat sementara direktur kesiapan dan pencegahan epidemi dan pandemi WHO, kepada wartawan via video mengatakan bahwa hingga 4 Mei telah dilaporkan enam kasus dugaan, termasuk tiga kematian.

Satu pasien dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan, sementara dua lainnya masih berada di atas kapal dan diperkirakan akan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, katanya. Sekitar 150 orang, termasuk penumpang dan awak, berada di kapal itu.

Kapal tersebut saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde. WHO, bersama otoritas di Tanjung Verde dan Belanda serta operator kapal tersebut, tengah mengatur evakuasi dua pasien ke Belanda, kata Van Kerkhove.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan akan menerima kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah dilaporkan terjadi kasus wabah hantavirus di atas kapal tersebut.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal MV Hondius di Kepulauan Canary,” demikian pernyataan resmi kementerian pada Rabu (5/5).

WHO mengonfirmasi tujuh kasus infeksi di kapal, termasuk tiga kematian. Seorang pasien dirawat intensif di Afrika Selatan.

(Antara)