Hampir semua media baik cetak maupun elektonik , nasional dan bahkan mancanegara turut meliput perhelatan nasional kejuaraan cabang olahraga Wushu 2018 di Yogyakarta yang memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengkubowono X dan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia . Pembukaan diawali dengan pawai budaya atlet dengan pakaian khas masing-masing daerah , sebagai simbol keberagaman , Dikawal dengan bregada , defile prajurit kraton Ngayogyakarta berangkat dari Kepatihan , Kantor Gubernur DIY dengan menyusuri sepanjang Jalan Malioboro hingga ke Gedung Olah Raga Amongrogo . Tujuan pawai ini disamping agar lebih memasyarakatkan olahraga Wushu juga memperlihatkan indahnya warna warni khasanah budaya Indonesia .
Pembukaan dilakukan di GOR Amongrogo oleh Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia ( PWBI ) Bapak Airlangga Hartarto , yang juga Menteri Perindustrian Republik Indonesia .Dalam sambutannya , beliau menyatakan sangat terkesan dengan tema yang diusung oleh Panitia Kejurnas Yogyakarta ini yaitu :The Best Never Rest , sangat cocok dengan jiwa Wushu , tanpa berhenti menjadi yang terbaik , teruslah berlatih demi Indonesia ! Berharap dalam ajang ini dapat dijadikan sarana evaluasi dan penjaringan atlet terbaik Indonesia untuk menjadi andalan untuk mendulang emas di Asian Games 2018 .
Ketua Panitia Bapak Soekeno , yang juga Ketua Umum Paguyuban Hakka Jogjakarta melaporkan bahwa event ini diikuti oleh 26 Propinsi se Indonesia dengan jumlah 726 orang atlet junior senior adalah yang terbesar sepanjang event sejenis diselenggarakan dilain propinsi sebelumnya. Berharap , semoga Wushu Indonesia semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia , dan mudah-mudahan melalui kejurnas ini dapat mencetak jauh lebih banyak atlet yang berkualitas nasional dan internasional.
Seremoni pembukaan dihadiri pejabat tinggi Pusat dan Daerah Istimewa, termasuk Ketua Umum KONI PUSAT Bapak Tono Suratman dan Bapak Wushu Indonesia Mayjen ( Purn ) IGK Manila.
Tampak hadir duduk berjejer bersama para pajabat tinggi dan tamu undangan VVIP , Ketua Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera Bapak Sugeng Prananto , Motivator Terkenal : Bapak Andrea Wongso , Ketua Hakka Jakarta Yan Hendra Chandra, Wakil Ketua Hakka Lampung Indra Halim dan Bapak Ali Kuku.
Pembukaan menjadi sangat semarak selain diisi parade kontingen dari berbagai daerah disertai performance demontrasi wushu juga berbagai tampilan kesenian yang membuat suasana menjadi sangat meriah..
Penutupan pada tanggal 02 April tidak kalah meriahnya , bahkan tampak lebih meriah, hal dikarenakan ada pengumuman pemenang ,seremonial pengalungan medali , pembagian berbagai piala dari berbagai katagori juga undian aneka doorprise buat penonton selama pertandingan ini berlangsung juga kepada atlet peserta dengan dua sepeda motor Honda sebagi grandprize.
Kejuaraan Nasional Wushu 2018 resmi ditutup oleh Bapak Wushu Indonesia Bapak Mayjen ( purn ) IGK Manila. Sebelumnya bersama Wakil Ketua Umum PBWI Bapak Andi S ( 曾世贵 ) , Ketua Panitia Soekeno , Ketua Pengprop Wushu Daerah Istimewa Yogyakarta Bapak Muwardi ( 陈谋振 ) beserta jajaran pengurus membagikan piala dan mengalungi medali .
Hasil akhir : Juara Umum Kejurnas Wushu 2018 Yogyakarta adalah Kontingen Jawa Timur dengan peroleh : 41 Medali emas, 22 Perak dan 26 Perunggu . Disusul DKI Jakarta sebagai runner up menyabet : 19 medali emas, 20 perak dan 15 perunggu.
Sementara tuan rumah Yogyakarta, harus berbangga diri dengan mengisi posisi 5 dengan peroleh 6 medali emas , 9 perak dan 9 perunggu.
Namun tuan rumah kejurnas ini dapat berbangga juga karena mendapat pujian sebagai penyelenggara yang nyaris sempurna dan merupakan terbesar , termewah dengan sarana pendukung dilapangan dapat dikatagorikan bertaraf internasional.
Namun yang sangat berkesan sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Kontingen Jawa Timur diakhir acara : bahwa Kejurnas Wushu Yogyakarta merupakan miniatur persatuan dan kessatuan bangsa Indonesia wujud Bhinneka Tunggal Ika
Sampai ketemu di Kejurnas berikutnya, dikabarkan yang bersedia sebagai penyelenggara adalah propinsi Bangka Belitung dan Jawa Timur.











