Keindahan Festival Monlam Masyarakat Tibet

0 143

Tiongkok memiliki 56 etnis yang tersebar luas di seluruh wilayah di Tiongkok. Kekayaan etnis ini berdampak pada banyaknya kebudayaan lokal yang muncul dalam masyarakat. Salah satu kebudayaan yang tidak bisa lepas dari masyarakat Tiongkok adalah festival. Kali ini Harian Inhua akan membahas tentang salah satu festival masyarakat Tibet, Festival Monlam.

Festival Monlam biasanya dilaksanakan selama 2 minggu. Festival dimulai pada hari keempat kalender Tibet dan berakhir pada hari ke-15 yang disebut dengan Choe-nga Choepa (Butter Lamp Festival), yakni hari terakhir rangkaian festival Monlam. Selama festival Monlam, penganut agama Budha berdoa dan memperingati keajaiban yang Budha telah lakukan 2500 tahun lalu di India. Para wisatawan yang ingin melihat tontonan, bisa datang ke kuil dan melihat penyembahan terhadap Budha selama festival Monlam berlangsung.

Tujuan utama festival Monlam yaitu untuk mengingat Budha dan semua tindakannya serta untuk berdoa. Mereka berdoa agar para Guru mereka diberikan umur panjang, dapat memberitakan pemikiran dan ajaran Budha kepada seluruh umat untuk kedamaian dunia.

Orang-orang bisa melihat banyak butter lamp di dalam kuil. Butter lamp ini berbentuk mangkuk dengan minyak sayur yang diberi sumbu, sehingga benda ini menghasilkan cahaya yang sedikit berasap. Di dalam tradisi masyarakat Budha di Tibet, cahaya yang banyak akan membantu meditasi dan memfokuskan pikiran. Pada saat hari-hari besar atau hari spesial lainnya, orang-orang dan biarawan menyalakan ribuan lampu di kuil. Begitu juga dengan hari terakhir festival Monlam yang disebut “Butter Lamp Festival”, orang-orang menaruh lampu di tangga dengan beberapa tingkatan.

foto: sichuanfun

Sepanjang festival berlangsung, orang-orang Tibet akan mendengarkan pengajaran dan berdonasi untuk biara dan biksu. Mereka juga berkumpul untuk merayakan festival ini. Wisatawan bisa menikmati festival ini di Jalan Barkhor, Lasa, di mana banyak bangunan tradisional yang masih berdiri di sana, terlebih lagi ada kuil penting bagi masyarakat Budha di sana, disebut Kuil Jokhang. Pada saat festival Butter Lamp berlansung, masyarakat tradisional Tibet akan merayakan hingga diri hari, dan ribuan butter lamp dinyalakan hingga asapnya menghiasi langit.

Festival yang ada sekarang sudah sangat berkembang. Upacara dan ritual yang dilakukan juga tidak sebesar dan semegah pada saat festival ini dilakukan pada abad ke-6. Saat ini, tidak banyak biksu yang datang dan berkumpul di Kuil Jokhang. Salah satu hal penting pada saat festival yaitu ujian untuk para biksu ajaran Budha di Tibet. Ajaran yang berkembang di Tibet berawal dari ajaran Dalai Lama di India.

Leave A Reply

Your email address will not be published.